AL/AD Lakukan Bersih-bersih,Jelang Hari Dharma Samudera TNI

INDONESIASATU.CO.ID:

Tolitoli, Menjelang Hari Dharma Samudera di Tolitoli yang jatuh pada tanggal 15 Januari memiliki makna tersendiri bagi prajurit TNI Angkatan Laut bersama TNI Angkatan Darat karena berada di berada disamping jalan trans Sulawesi kelurahan sidoarjo kecamatan Baolan Kabupten Tolitoli. (11/01)

Danlanal Tolitoli Letkol Laut (P) Pilipus Sri Suharto M. (Hanla) mengatakan sebagai generasi penerus bangsa dan prajurit matra laut  pengawal samudera, sikap dan suritauladan yang ditunjukkan para pendahulu  harus diwarisi dengan sepenuh hati.

“Melalui upacara peringatan ini, kita berjanji bahwa penghormatan dan penghargaan atas jasa pengorbanan para pahlawan samudera akan terus dijaga dan pelihara. Momentum peringatan hari samudera harus dijadikan tonggak tekad dan semangat,agar tetap tegar dan pantang menyerah dalam menjalankan tugas negara sekaligus memantapkan nilai-nilai disiplin, hierarki dan menjaga kehormatan militer yang menjadi identitas bagi segenap prajurit angkatan laut yang selanjutnya dikenal sebagai Tri Sila TNI Angkatan Laut,” kata Danlanal Tolitoli Letkol Laut (P) Pilipus Sri Suharto M. (Hanla)

Lebih lanjut dijelaskan mengenai sejarah Hari Dharma Samudera, yang sarat dengan nilai-nilai patriotisme, kepahlawanan dan dedikasi prajurit TNI AL dalam melawan penjajah Belanda melalui pertempuran di laut. Prajurit TNI AL yang gugur, dikenang sebagai  pahlawan kusuma bangsa karena telah mengorbankan jiwa dan raga untuk Indonesia.

Ditambahkanya lagI, Hari  Dharma Samudera     yang jatuh pada tanggal 15 januari untuk memperingati peristiwa heroik yang terjadi di Laut Aru pada 15 Januari 1962. Terjadi  pertempuran laut yang melibatkan tiga kapal cepat torpedo TNI Angkatan Laut, yakni kapal perang Macan Tutul, kapal perang Harimau dan kapal perang  Macan Kumbang. Mereka  menghadapi kapal perang kerajaan Belanda yang lebih modern dan canggih.

Komodor Yos Sudarso yang saat itu menjabat sebagai Deputi Kasal, on board di atas RI Macan Tutul sebagai Senior Officer Present Afloat (Sopa) gugur dalam pertempuran Bersama awak kapal perang RI Macan Tutul.

Salah satu syarat  pertahanan laut kuat adalah didukung dengan sarana yang lengkap, modern dan prajurit yang memiliki sikap profesionalisme kerja, berkarakter, tangguh, memiliki intergritas tinggi, bekerja tanpa pamrin dan mengutamakan kepentingan bangsa diatas kepentingan pribadi dan golongan.

"Diharapkan melalui kegiatan bersih bersih ini,  untuk dapat mengaktualisasikan nilai-nilai perjuangan, patriotisme, kepahlawanan serta Trisila TNI Angkatan Laut yang telah diwariskan oleh para pendahulu kita, sebagai kontribusi positif dan kerja nyata dari segenap prajurit matra laut dalam pengabdiannya dan menjaga kebersihan laut, Pembersihan sampah Pantai, Pembersihan sekitar jalan raya dan pemangkasan rumput pinggiran jalan raya, serta terwujudnya TNI AL tolitoli yang handal disiplin dan berkelas dunia”.

Melalui peringatan Hari Dharma Samudera harus menjadi momentum untuk meningkatkan kinerja, profesionalisme dan sinergitas yang baik dengan masyarakat maupun unsur lainnya termaksud kegiatan bersih bersih yang kita lakukan hari ini.

"Mari kita tingkatkan etos kerja , profesionalisme dan sinergitas dalam pengabdian atau dedikasi nyata  khususnya dalam tugas dan tanggung jawab kita di Bumi pertiwi, tolitoli," tegas Letkol Laut (P) Pilipus Sri Suharto M.(Hanla) yang dikenal akrab dengan jurnalis itu.

Dalam kegiatan bersih bersih di kelurajan sidoarjo kecamatan Baolan Kabupaten Tolitoli turut hadir dalam bersih bersih Dandim 1305 /BT Letkol Inf Gunnarto SH, Ketua Jalasenastri Cab. 6 Korcab VIII Lanal Tolitoli Nyonya Ayu, Pimpinan PT. Pelni Cab. Tolitoli Sdr Jubir, Pjs. Danramil 1305/BT-11 Galang Peltu Joko Haryanto, Babinsa 1305/BT-11 Serda Lukman, Kepala kP3 Tolitoli Ipda Moh Basmi, Lanal Tolitoli, anggota Makodim 1305/BT serta Para Saka Bahari SMA Negeri 1 Tolitoli sekitar 70 orang.(Erwin)

  • Whatsapp

Index Berita