Arogan, Amirudin Rauf Akhirnya di Permalukan Rakyatnya Sendiri

indonesiasatu, 15 Nov 2019, PDF
Share w.App T.Me
INDONESIASATU.CO.ID:

BUOL - Pemimpin yang arogan terlalu bodoh untuk mengakui kesalahan mereka. Ini dinamakan Duning-Krueger Effect. Artinya, mereka merasa apa yang mereka lakukan selalu benar. Kenyataannya, mereka tidak tahu bahwa apa yang mereka tahu itu sedikit dan tidak penting. Hal ini di tegaskan Jhony Hatimurah, melalui goresannya di Media Sosial (facebook) yang unggah pada Hari Jum'at 15/11/2019 sekitar pukul 11.00 Wita.

Menurutnya, fakta ini terbukti dengan peristiwa hukum yang memalukan dirinya sendiri, Amirudin  Rauf (Bupati) keok digugat balik rakyat atas pengambilan kebijakan yang keliru dan mengarah pada pembunuhan sistematis kepada rakyat miskin.

"Kebijakan yang keliru jauh lebih berbahaya dari koruptor, karena tidak berpedoman pada regulasi menghambat  peningkatkan kesejahteraan rakyat khususnya," ungkap Jhony Hatimura

Ia menambahkan keputusan  eksekusi pengadilan negeri atas kekalahan Bupti  Buol/pemda Buol melawan  rakyat yakni, Konsultan dan pemilik APMS, berujung dengan dikeluarkannya  keputusan eksekusi Pengadilan Negeri Buol terhadap Bupati Buol/Pemda Buol. 

"Eksekusi adalah pelaksanaan putusan pengadilan yang telah mempunyai kekuatan hukum yg tetap(Incracht van gewijsde) yg dilakukan secara paksa (eksecution force)  oleh karena pihak yang kalah(dalam hal ini Bupati Buol) dalam perkara tidak mematuhi putusan pengadilan. Dalam perkara a qua terhadap kedua penggugat yangg telah berkuatan hukum tetap," imbuh Jhony Hatimura.

Olehnya kata Jhony dalam putusan masing yang dicantumkan dalam surat pemberitahuan eksekusi kepada bupati buol, antara lain, MATHIUS PURBA Yakni surat no. 2/PDT. RKS/2019/PN. BUL, JO. 1./PDT. G2015/PN BUL... JO. 43/PDT/2015/PT PAL.. JO. 1224K/PDT/2016,,  dalam pokok perkara, Menyatakan tergugat(bupati buol) untuk membayar kewajiban pokokx kepada penggugat(mathius purba) atas pekerjaannya yang telah diselesaikan uang sebesar 634.000.000.(kasus ini adalah pekerjaan konsultan yang tdk dibayarkan oleh bupati/pemda) kasus ini daerah maupun rakyat tidak dirugikan karena alokasi dana ada dalam APBD 2012 saat itu.

" Demikian juga pada yakni, Peng Rumbo sebesar 200 juta.  Temian BPK di Dinas PU sebesar  200 Juta maka dipinjam uang yang bersangkutan untuk menutupi temuan BPK tersebut," beber Jhony

 Lebih jauh jelas Jhony Hatimura, bahwa pada eksekusi FADLI A. MANSUR, eksekusi pengadilan dengan perkara aquo antara fadli melawan bupati buol, dengan surat pemeberitahuan no. No. 3/pdt. EKS/2019/PN BUL.. JO. 2/PDT. G/2017/PN BUL.. JO. 84/PDT/2017/PT PAL.. JO. 2023K/PDT/2018,, yang oleh keputusan di tingkat Banding  Fadli A Mansur dinyatakan menang dan Bupati Buol ( dr. Amirudin Rauf) tergugat wajib membayar ganti rugi sebesar 2 Milyar rupiah kepada penggugat.

" Tentunya pembayaran ganti rugi ini sebesar 2 Milyar 8 Ratus Juta bersumber dari uang Negara/uang rakyat, ini benar-benar sebuah kerugian rakyat atas ketelodoran Amirudin Raug selaku Bupati dalam mengambil sikap hukum atas kebijakan pemerintahan daerah, dan Inyaa Allah eksekusi akan dilaksanakan pada Hari Senin 18/112019," pungkas Jhony.

(Basri Djulunau)

PT. Jurnalis Indonesia Satu

Kantor Redaksi: JAKARTA - Jl. Terusan I Gusti Ngurah Rai, Ruko Warna Warni No.7 Pondok Kopi Jakarta Timur 13460

Kantor Redaksi: CIPUTAT - Jl. Ibnu Khaldun I No 2 RT 001 RW 006 Kel Pisangan Kec Ciputat Timur (Depan Kampus UIN Jakarta)

+62 (021) 221.06.700

(+62821) 2381 3986

jurnalisindonesiasatu@gmail.com

Redaksi. Pedoman Siber.
Kode Perilaku.

Mitra Kami
Subscribe situs kami
Media Group IndonesiaSatu