Buka Pelatihan Berbasis Kompetensi Gelombang II, Bupati Morowali: Pelatihan ini Tidak Hanya Meningkatkan Skill, Tetapi Juga Mengajarkan Kedisiplinan

INDONESIASATU.CO.ID:

MOROWALI -  Pelatihan berbasis kompetensi gelombang II program peningkatan Kompetensi tenga kerja dinas transmigrasi dan tenaga kerja daerah oleh UPT LLK UKM Kab. Morowali digelar di Balai Latihan Kerja (BLK) Morowali pada Rabu (3/7).

Kegiatan dibuka oleh Bupati Morowali, Drs. Taslim, dihadiri oleh Kasie Pemberdayaan BLK Makassar, Rahman Arsyad, ST., Kepala BLK Morowali, Sri Wahyuni N. S.Sos, M.Si., Kabid Hubungan Industrial dan Syarat Kerja Disnakertrans Morowali, Drs. Ichsan Lamidu, MM.

Menurut Bupati Morowali, Drs. Taslim, pelatihan berbasis kompetensi dilakukan bukan sekadar memberikan pengetahuan, tetapi mampu menerapkan moral value dalam bekerja bagi calon tenaga kerja.

“Pelatihan ini tidak hanya memberikan bekal dalam meningkatkan skill, tetapi juga mengajarkan kedisiplinan dan kejujuran bagi peserta sebagai modal untuk berusaha secara mandiri atau bekerja di tempat orang,” pungkas Taslim.

“Apalagi pelatihan ini juga diadakan selama 35 hari, tentu akan membutuhkan keseriusan dan konsistensi peserta dalam mengikutinya,” tekannya.

Sementara itu, Kepala BLK Morowali, Sri Wahyuni N. S.Sos., M.Si., memaparkan tujuan utama diselenggarakannya pelatihan tersebut adalah meningkatkan skill bagi SDM sehingga siap berkompetensi dan mampu menciptakan peluang kerja yang lebih luas.

“Tujuan pelatihan adalah memberikan pengetahuan, wawasan, keterampilan dan kompetensi agar meningkatkan keterampilan (skill) calon tenaga kerja dan tenaga kerja mandiri. Serta penyebarluasan dan pengembangan keterampilan yang diterapkan masyakarat untuk membuka lapangan kerja serta memperluas kesempatan kerja baru,” ujar Sri Wahyuni.

Kasi Pemberdayaan BLK Makassar, Rahman Arsyad, ST., menyebut bahwa kesiapan skill bagi calon tenaga kerja merupakan modal utama untuk bersaing sebab iklim industrial di Indonesia semakin menglobal. “Peningkatan kompetensi sangat penting, karena kita harus bersiap diri menghadapi revolusi industri 4.0. Jangan menunggu orang luar mengambil peluang tetapi kita harus siap dan menguasai pekerjaan yang ada di lingkup kita,” tandasnya.

Rahman juga menambahkan bahwa pelatihan akan terus dilakukan secara kontinu dan bertahap sehingga level skill yang dimiliki akan semakin meningkat. “Pelatihan akan dilakukan secara berkesinambungan dan menyesuaikan kebutuhan daerah seperti apa sehingga para peserta dapat menaikkan kemampuannya dari tingkat basic hingga ke tingkat advance,” tutur Kasi Pemberdayaan BLK Makassar tersebut.

Pelatihan tersebut mengikutsertakan sebanyak 48 orang di antaranya 16 orang mengikuti pelatihan kejuruan computer operator assistant dan 32 orang untuk kejuruan pengelasan SMAW 3G. Jadwal pelatihan kejuruan computer operator akan dimulai pada 01 Juli S/D 29 Juli 2019 (200 JP, 25 hari kerja). Sedangkan pelatihan kejuruan pengelasan SMAW 3G akan dimulai pada 01 Juli s/d 09 Agustus 2019 (280 JP, 35 hari kerja). (Supriyono)

  • Whatsapp

Index Berita