MUI Minta Pemda Tinjau Kembali Nama RSUD Mokoyulri Buol

indonesiasatu, 07 Oct 2019, PDF
Share w.App T.Me
INDONESIASATU.CO.ID:

BUOL - Nama RSUD Mokoyulri Buol kembali menuai protes, protes tersebut datang dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) kabupaten buol meminta kepada pemerintah kabupaten (pemkab) dan DPRD Selaku wakil rakyat untuk meninjau kembali nama Rumah sakit Umum (RSU) Mokoyurly yang berarti Sembuh untuk di ganti nama yang lain  karana nama yang digunakan sekarang dianggap takabur mendahului ketentuan Tuhan. Hal ini ditegaskan Ketua MUI Kabupaten Buol, Provinsi Sulawesi Tengah, Drs. Abdullah Lamase, melalui goresannya yang dikirim liwat Group Washaap Pemerintah  (OPD), Senin 07/10/2019.

Menurutnya, arti mokoyulri  menyembuhkan, dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia  menyembuhkan memiliki arti menjadikan sembuh atau mengobati supaya sembuhk urang tepat, karena  dianggap mendahului ketetapan Allah SWT. 

" Menyembuhkan berarti bahwa setiap orang sakit pasti  sembuh, tapi hal itukan tidak mungkin?, sebagai bukti ada  orang yang keluar dari rumah sakit  dirujuk tidak sembuh, bahkan ada yang mati sekalipun ada yang sembuh. Hal ini menunjukan  bahwa kata MOKOYULRI,  Menyembuhkan bertentangan dengan fakta setiap hari di RSU Buol," ujarnya 

Ia menjelaskan setiap usaha yang dilakukan oleh manusia tidak boleh mendahului ketentuan  Allah, karena manusia hanya berikhtiar, tetapi Allah yang memiliki hak untuk menetapkan segala sesuatu. Inilah yang menjadi dasar para tokoh agama Islam mengusulkan agar nama RSUD Mokoyulri diganti menjadi Pengunoman artinya tempat berobat. 

" Pongunoman adalah pengobatan dan perbuatan mengobati dapat dimaknai dokter atau tenaga kesehatan yang berikhtiar untuk mengobati orang sakit, serta  ada obat dan alat medis yang dijadikan sebagai sebab untuk menyembuhkan orang sakit,"jelas Abdullah.

Lebih jauh terangnya  para tokoh agama Islam di negeri ini minta agar nama dan simbol-simbol bangunan milik daerah sebaiknya bercirikan agama agar sesuai dengan cita-cita Pemerintah Daerah Kabupaten Buol yakni Kabupaten Madani.

" Ini isyarat kepada orang-orang beriman bahwa setiap usaha yang dilakukan oleh manusia tidak boleh mendahului kedepan Allah, karena manusia hanya berikhtiar, tetapi Allah yang memiliki hak untuk menetapkan segala sesuatu," pungkas Abdullah mengakhiri

Senada dengan itu salah satu tokoh masyarakat Iskandar A Nouk mengatakan ia sangat sependapat dengan kemauan para tokoh agama untuk menggati nama RSUD Mokolyuri karena kesalahan suatu pemahaman yang salah yang menyimpang merupakan bagian dari amar ma’ruf nahi mungkar. Sehingga tujuan dari penggatian nama tersebut adalah untuk melakukan perbaikan di tengah masyarakat dan menjaga mereka dari kesalahan atau pemahaman yang keliru.

" Hendaknya kita bijak dan benar-benar mempertimbangkan ketika akan membuat simbol yang dipublikasikan di depan umum, kita niatkan untuk memperbaiki dan meluruskan agar pemahaman agama masyarakat tidak salah, bukan juga karena dendam dan dan menunjukkan kita berilmu," ujarnya.

Lebih jauh Iskandar menjelaskan bahwa masyarakat Buol sangat menghargai jasa jasa pemimpin sebelumnya, agar sejarah  buol tidak  terlupakan perlu ada penghargaan kepada para pemimpin seperti dengan memberi nama jalan atau bisa saja jadi nama RSUD yang sekarang lagi berpolemik soal namanya.

" Sebagai penghargaan masyarakat atau bisa di kenang jasa para pejuang buol, apa salahnya RSUD kita beri nama selain pongunoman ada sederet nama seperti Abd.Karimbow, Abd Karim Hanggi, Amran Batalipu, atau dr. Rudi untuk mengenang jasa jasa mereka," tutup Iskandar  (Basri Djulunau)

 

PT. Jurnalis Indonesia Satu

Kantor Redaksi: JAKARTA - Jl. Terusan I Gusti Ngurah Rai, Ruko Warna Warni No.7 Pondok Kopi Jakarta Timur 13460

Kantor Redaksi: CIPUTAT - Jl. Ibnu Khaldun I No 2 RT 001 RW 006 Kel Pisangan Kec Ciputat Timur (Depan Kampus UIN Jakarta)

+62 (021) 221.06.700

(+62821) 2381 3986

jurnalisindonesiasatu@gmail.com

Redaksi. Pedoman Siber.
Kode Perilaku.

Mitra Kami
Subscribe situs kami
Media Group IndonesiaSatu