Air Campur Iimbah, Petani Desa Pomayagon Ragukan Keamanannya

indonesiasatu, 14 Jan 2020, PDF
Share w.App T.Me
INDONESIASATU.CO.ID:

BUOL-Setelah banjir merendam sebagian areal pemukiman dan persawahan di kabupaten Buol

Banjir Awal tahun 2020 itu juga meningalkan keķawatiran kususnya petani di desa Pomayagon kecamatan Momunu. 

Menurut petani setelah sawahnya terendam air banjir 10 hari ,semua tanaman padi kondisi kering dan mati, tidak hanya itu tanaman sayuran juga mati.

Yang me jadikan herań akibat banjir justru beberapa habitat air seperti katak ďan belut ada ýaňg mati.

Sedangkan kondisi air setelah banjir berubah warna menjadi hitam pekat dan di permukaan air seperti minyak serta berbau busuk.

Petani meragukan kondisi air  kurang menguntungkan untuk pengairan tanaman padi berikutnya. Jika demikian petani akan mengalami gagał panen kembali.

Untuk itu petani  meminta pemerintah memberikan jawaban pasti bahwa  kondisi air  yang akan di manfaatkan oleh petani pada tanam berikutnya aman.

"Kondisi air di saluran dekat persawahan berwarna hitam ,kental  dan atasnya sepérti berminyak, saya kawatir air itu tidak bagus untuk tanäman padi, kalau ini terjadi petani gagal panen lagi, maka petani meminta kepada pemerintah untuk meyaki kan kepada petani bahwa kondisi air baik untuk tanaman ." Ungkap ketua kelompok tani Berkah desa pomayagon Husain (67) saat di temui di rumahnya. (14/1/2020).

(Bambang Joko Sugito)

PT. Jurnalis Indonesia Satu

Kantor Redaksi: JAKARTA - Jl. Terusan I Gusti Ngurah Rai, Ruko Warna Warni No.7 Pondok Kopi Jakarta Timur 13460

Kantor Redaksi: CIPUTAT - Jl. Ibnu Khaldun I No 2 RT 001 RW 006 Kel Pisangan Kec Ciputat Timur (Depan Kampus UIN Jakarta)

+62 (021) 221.06.700

(+62821) 2381 3986

jurnalisindonesiasatu@gmail.com

Redaksi. Pedoman Siber.
Kode Perilaku.

Mitra Kami
Subscribe situs kami
Media Group IndonesiaSatu