Terkait Pungli di Pasar Raya Buol, Kadis Perdagangan dan Kadis Pendapatan Gelar Konfrensi Pers

indonesiasatu, 21 Jun 2019, PDF
Share w.App T.Me
INDONESIASATU.CO.ID:

BUOL-terkait pelaksanaan Pasar Ramadan(pasar Senggol)menjelang pelaksaan hari raya idul fitri 1440 hijriah selama kurang lebih sepulu hari menuai protes terkait adanya pungutan terhadap sejumlah lapak pasar raya buol

Kadis pendapatan daerah kabaupaten buol Wahyu Setiabudi kepada media ini mengaku telah mendapatkan informasi terhadap pungutan yang dibebankan kepada para pedagang pasar raya buol saat pasar ramadan(pasar senggol)berlangsung

"Kalau untuk retribusi pasar yang kami tau itu ada karna berdasarkan perda.namun untuk pungutan diluar dari itu kami tidak tau ya,namun saya sudah mendapat informasi terkait pungutan yang terjadi dan itulah yang kami akan klirkan dengan pengelola pasar dana itu digunakan untuk apa agar tidak menimbulkan kecurigaan yang tidak diinginkan"terang Wahyu

Informasi terkait pungutan yang terjadi pada saat pelaksanaan pasar ramadan mencuat saat salah seorang pedagang RB mengaku kepada media ini bahwa pada setiap lapak dipungut kepada para pedagang yang berfariasi ya'ni dari kisaran 500 ribu hingga 1 juta perlapak serta permintaan biaya penerangan 5000 rupiah persatu mata lampu

"Kami dimintakan pembayaran dan berfariasi paling rendah 500 ribu per lapak dan paling tinggi 1 juta lima ratus ribu.dan untuk penerangan kami dimintakan 5000 ribu rupiah per satu mata lampu"akunya

Kepala dinas perdagangan perindustrian dan koperasi Djuprin manto dikonfirmasi oleh media ini beberapa waktu lalu mengaku tidak tahu terkait adanya pungutan yang terjadi pada pelaksanaan pasar ramadhan

"Kalu soal itu saya sendiri tidak tau ya dan kalu pun ada harusnya ada koordinasi dengan dinas tapi ini tidak ada"kata Kadis

Sementara kepala pasar Rahman Lasangi kepada media ini mengaku adanya pungutan terhadap para pedagang yang berjualan pada lapak disebabkan tidak adanya ketersediaan dana baik dari dinas pendapatan daerah dan dinas perdagangan guna untuk memenuhi kebutuhan operasional baik pembayaran gaji keamanan peneragan lampu serta penyediaan fasilitas lapak bagi para pedagang

Kepada media indonesiasatu.co.id Rahman Lasangi menjelaskan jum'at 21/6/19 dilantai dua pasar kampung bugis

"Iya jadi begini terkait pungutan itu karena memang tidak ada ketersediaan dana baik dari dinas pendapatan dan dinas koperasi,jika kita tidak berinisiatif begitu dana dari mana kita ambil untuk membayar penambahan tenaga listrik.biaya penyediaan fasilitas lapak.sewa tukang itu semua butu biaya,jadi bukan tidak ada koordinasi bahkan kepala dinas perdagangan meminta agar kami meninisiatif dulu nah inilah insiatif kami jika tidak demikian maka pasar ramadan tidak sukses,dan isyaallah pada hari senin kami berencana akan menggelar konfrensi pers guna menjelaskan hal ini kepada media agar diketahui oleh pemerintah daerah dan masyarakat",terang Rahman

Menurut Rahman Lasangi terkait biaya yang harus dipenuhi pada pelaksanaan pasar ramadan(pasara senggol)yaitu dana yang terkumpul sekitar Rp 52 juta dan semua di gunakan untuk biaya penyediaan fasilitas(lapak) pasar senggol untuk para pedagang,penambahan tenaga listrik dari 2300 menjadi 11 ribu serta biaya operasional keamanan,,***

(Rahmat Salakea)

PT. Jurnalis Indonesia Satu

Kantor Redaksi: JAKARTA - Jl. Terusan I Gusti Ngurah Rai, Ruko Warna Warni No.7 Pondok Kopi Jakarta Timur 13460

Kantor Redaksi: CIPUTAT - Jl. Ibnu Khaldun I No 2 RT 001 RW 006 Kel Pisangan Kec Ciputat Timur (Depan Kampus UIN Jakarta)

+62 (021) 221.06.700

(+62821) 2381 3986

jurnalisindonesiasatu@gmail.com

Redaksi. Pedoman Siber.
Kode Perilaku.

Mitra Kami
Subscribe situs kami
Media Group IndonesiaSatu