WARTA SULTENG, – Perum (Sulteng) akan menelusuri dugaan pengurangan beras yang melibatkan oknum tak bertanggung jawab selama proses distribusi.

Hal ini disampaikan oleh pihak setelah menerima laporan adanya pengurangan timbangan beras yang diterima oleh beberapa di Ujuna, Palu, Kamis, (30/5/24).

Dalam upaya menelusuri pelaku pengurangan bantuan tersebut, Bulog Sulteng akan melibatkan Satuan Tugas (Satgas) untuk memastikan tidak ada pelanggaran yang terjadi selama proses distribusi.

“Proses distribusi ini selama perjalanan mungkin ada oknum. Dugaan pengurangan ini akan kami telusuri,” kata Pimpinan Wilayah (Pimwil) Bulog Sulteng kepada wartawan.

Pihak Bulog Sulteng menegaskan bahwa kualitas dan kuantitas beras di gudang mereka selalu dijaga dengan baik.

“Kalau di pihak gudang kami jamin, mungkin di luar gudang,” tambah Heriswan.

Hal ini mengindikasikan bahwa masalah pengurangan kemungkinan besar terjadi setelah beras keluar dari gudang menuju ke titik distribusi.

Setelah bantuan pangan didistribusikan ke kelurahan-kelurahan, barang tersebut paling lama tersimpan selama tiga hari sebelum diteruskan kepada warga yang berhak menerima.

Masa penyimpanan yang singkat ini diharapkan dapat meminimalisir risiko penyelewengan dan memastikan bantuan segera sampai kepada yang membutuhkan.

Bulog Sulteng menghimbau kepada masyarakat dan penerima bantuan untuk segera melaporkan jika ditemukan adanya ketidaksesuaian jumlah atau kualitas beras yang diterima.

“Partisipasi aktif masyarakat dan media sangat penting dalam mengawasi dan memastikan program bantuan ini berjalan lancar dan tepat sasaran,” tambahnya.

Dengan langkah-langkah ini, Bulog Sulteng berharap dapat menjaga kepercayaan masyarakat terhadap program bantuan pangan dan memastikan tidak ada lagi pelanggaran yang merugikan masyarakat. (Od)