PALU, Wartasulteng.com –

Gubernur Sulawesi Tengah, Dr. H. Anwar Hafid, M.Si., mengajak setiap kabupaten dan kota untuk membentuk Satuan Tugas (Satgas) Tuberkulosis (TB) sebagai langkah strategis dalam memperkuat penanganan dan percepatan eliminasi TB di daerah tersebut. Hal ini disampaikan Gubernur saat menerima kunjungan kerja Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi RI, Prof. Dr. Fauzan, M.Pd., serta Wakil Menteri Kesehatan RI, dr. Benyamin Paulus Octavianus, Sp.P, FISR., di Ruang Polibu, Kantor Gubernur, pada Sabtu (22/8).

Gubernur Anwar Hafid menekankan pentingnya pembentukan Satgas TB yang tidak hanya bertugas dalam penanganan, tetapi juga memastikan program pemberantasan TB berjalan efektif melalui monitoring dan evaluasi berkala. “Kepala Daerah, saya pesan, ini TB menjadi prioritas. Mari kita bentuk masing-masing Satgas TB di kabupaten/kota,” ujarnya.

Dengan tingginya angka kasus TB di Sulawesi Tengah, diperlukan kolaborasi antara pemerintah provinsi, kabupaten/kota, tenaga kesehatan, perguruan tinggi, mahasiswa, dan masyarakat. Gubernur optimis, dengan kesatuan gerak, target eliminasi TB tahun 2030 dapat tercapai. Ia juga mengapresiasi dukungan Kementerian Kesehatan yang akan memperkuat deteksi dini TB melalui bantuan 16 unit portable X-Ray yang diharapkan tiba pada September 2026.

“Semoga eliminasi TB tahun 2030 itu akan kita capai secara bersama-sama,” pungkasnya. Pertemuan tersebut dihadiri oleh Wakil Gubernur, dr. Reny A. Lamadjido, serta Bupati/Wali Kota se-Sulawesi Tengah.