WASHINGTON DC, Wartasulteng.com –

Presiden Prabowo Subianto bertemu 12 pimpinan eksekutif perusahaan investasi global terkemuka di Washington DC, Amerika Serikat, pada Jumat (20/2/2026). Pertemuan ini menarik perhatian karena total aset kelolaan para perusahaan mencapai 16 triliun dolar AS atau sekitar Rp270 kuadriliun, menandakan komitmen kuat Indonesia untuk menarik investasi asing besar-besaran.

Menteri Investasi Rosan Perkasa Roeslani mengatakan pertemuan yang awalnya direncanakan satu jam molor menjadi hampir dua jam karena diskusi yang sangat produktif. “Diskusinya very fruitful, very productive,” ujar Rosan usai acara. Para CEO hadir dari berbagai sektor, termasuk Neil Brown (KKR), Matthew Haris (BlackRock Founding Partners), Nabil Mallick (Thrive Capital), Michael Weinberg (Levine Leichtman Capital Partners), Armen Panossian (Oaktree), dan Todd Boehly (Eldridge Industries).

Presiden Prabowo memaparkan visi ekonomi nasional, penguatan iklim investasi, serta komitmen stabilitas dan kepastian hukum. Lembaga Danantara dipuji sebagai mitra strategis potensial untuk investasi bersama di Indonesia dan global. Chief Investment Officer Danantara, Pandu Sjahrir, menambahkan bahwa para pimpinan datang dari New York, Los Angeles, London, hingga Eropa untuk bertemu langsung.

Pertemuan ini bagian dari kunjungan kerja Prabowo sejak 16 Februari, termasuk Business Summit dengan US Chamber of Commerce dan penandatanganan Agreement on Reciprocal Trade pada 19 Februari yang hapus tarif untuk 1.819 produk Indonesia. Prabowo menekankan, Indonesia tak lagi “raksasa tertidur” tapi negara yang bangkit memaksimalkan potensi ekonomi.