PALU, Wartasulteng.com –

Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Palu menunjukkan inisiatif positif dengan melibatkan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) dalam proyek pembuatan tempat sampah dari fiberglass. Kegiatan ini bukan hanya bertujuan untuk menghasilkan produk, tetapi juga untuk membekali WBP dengan keterampilan yang berguna setelah mereka bebas.

Pada Selasa (29/9/2026), WBP berinisial DBP memandu tim Humas Kanwil Ditjenpas Sulawesi Tengah dalam proses pembuatan tempat sampah. “Kami ingin belajar dan mengasah keterampilan agar saat kembali ke masyarakat, kami bisa bermanfaat,” ungkap DBP.

Proses pembuatan tempat sampah ini melibatkan penggunaan bahan seperti Glass Mat 450, resin, dan pigmen resin. Dalam waktu sekitar 30 menit, satu tempat sampah dapat selesai dibuat. Tempat sampah ini dibedakan berdasarkan warna untuk kategori B3, organik, dan anorganik.

DBP berharap pemerintah daerah dapat memperhatikan hasil karya mereka. “Kami ingin mengajak teman-teman di sini untuk bersama-sama belajar membuat tempat sampah ini. Semoga kami bisa menjadi lebih bermanfaat saat keluar nanti,” tambahnya.

John Andrianto, Kepala Subseksi Bimbingan Kemasyarakatan dan Perawatan, menambahkan bahwa Lapas Palu berkomitmen untuk mengembangkan kegiatan ini. Mereka akan meningkatkan sarana dan prasarana serta menjalin kerja sama dengan pihak luar agar hasil produksi dapat dimanfaatkan secara maksimal. “Kami ingin memastikan bahwa produk yang dihasilkan dapat digunakan dengan baik di masyarakat,” jelasnya.

Inisiatif ini diharapkan dapat membuka peluang bagi WBP untuk mendapatkan keterampilan yang bermanfaat dan memberi kontribusi positif bagi lingkungan setelah mereka kembali ke masyarakat.