WARTA , SIGI – Tim Dosen , melakukan Pengabdian (Pengabmas) dengan tema pelatihan kader tentang asi eksklusif dan efikasi diri ibu menyusui di , Sigi, Jumat (8/03).

Dalam pengabdian masyarakat kali ini diketuai oleh Sumiaty, S. ST, MPH, dengan anggota Hasnawati, S. ST, M.Kes, Putri Mulia Sakti, M. Tr. Keb, dan Ismunandar, S. Kep, Ns, M.Kes, serta Poltekkes Kemenkes Palu.

Ketua tim Sumiaty mengatakan pengabdian kepada masyarakat sebagai bagian dari Tri Dharma Perguruan Tinggi, sebagai salah satu tugas dosen.

“Ini adalah bagian tugas dosen untuk mengimplementasikan ilmunya pada masyarakat, tujuan dari pelatihan ini kita memilih kader sebagai tombak terdepan dari masyarakat dalam memberikan edukasi” katanya.

Selain itu, kata Wakil Direktur Tiga Poltekkes Kemenkes Palu Bidang Kemahasiswaan ini, ketika kader kesehatan sudah diberikan edukasi tentang ibu menyusui dan asi eksklusif, para kader bisa meneruskan ilmunya ke ibu-ibu yang lain.

“Kita latih dulu kadernya untuk bagaimana memberikan edukasi, dengan harapan ketika para kader sudah dapat ilmunya, bisa mentransfer kepada ibu-ibu yang dia dampingi, dan sebagai tambahan ilmu untuk para kader yang ada di wilayah Puskesmas Dolo” kata Sumiaty.

Di hadapan 20 -an kader kesehatan di wilayah kerja Puskesmas Dolo, mantan ketua jurusan Kebidanan Poltekkes Kemenkes Palu ini menjelaskan yakni pada bayi baru lahir, menyusui adalah cara terbaik untuk memberi makan dan merawat bayi.

Pemberian ASI dalam satu jam pertama kehidupan dan diberikan secara eksklusif selama 6 bulan, dan kemudian dipertahankan hingga dua tahun atau lebih dengan tambahan makanan pendamping yang aman dan tepat, merupakan cara untuk mengatasi permasalahan gizi pada .

“Bahwa konseling menyusui selama hamil cenderung memberi wanita mekanisme penanganan untuk masalah yang datang dengan beberapa minggu pertama menyusui misalnya persepsi tentang suplai ASI tidak memadai, pembengkakan payudara dan lecet pada putting susu” jelas Sumiaty.

Sumiaty melanjutkan bahwa wanita yang menunjukkan kurangnya keprcayaan diri dalam kemampuan mereka untuk menyusui adalah 2 hingga 3 kali lebih mungkin untuk berhenti menyusui lebih awal dari yang mereka inginkan sehingga dibutuhkan suatu intervensi untuk membangun keprcayaan diri pada ibu.

“Pendampingan yang dilakukan oleh kader kesehatan harus diterapkan mulai dari masa kehamilan sampai dengan masa menyusui untuk membantu ibu menyusui meningkatkan kepercayaan diri. Bentuk pendampingan yang dilakukan berupa penyebaran infromasi umum tentang ASI eksklusif, tambahan makanan pendamping, dan memberikan bantuan antisipasi, mendengarkan, mendampingi ibu menyusui untuk menyelesaikan masalah kesehatan” tutup Sumiaty.

Hadiawati sebagai kader kesehatan yang sempat ikut dalam kegiatan ini merasa beruntung mendapatkan ilmu tentang efikasi diri ibu menyusui dan asi eksklusif yang disampaikan oleh tim dosen dari Poltekkes Kemenkes Palu.

“Saya senang sekali ketika ada pelatihan seperti ini, awalnya kami tidak tau akhirnya menjadi tau, karena tim dosen ini menjelaskan materi ini secara detail dan runut bagaimana manfaat pemberian asi pada bayi, teknik laktasi, persiapan menyusui, dan posisi kita menyusui bayi, semua dijelaskan dan langsung diperagakan dengan memakai boneka bayi, materi ini akan kami teruskan pada ibu-ibu yang kami dampingi ” ungkapnya.

Di tempat yang sama Kepala Puskesmas Dolo, Irmawati, SKM menyambut baik kegiatan ini, menurutnya ini merupakan sesuatu yang baik dan harus dilakukan secara berkala agar para kader lebih akrab dan menambah ilmu terkait asi eksklusif dan efikasi diri ibu menyusui.

“Saya bersyukur sekali ada pihak Poltekkes Kemenkes Palu memberikan ilmu kepada kader kesehatan di wilayah kerja saya” katanya.

Irma menambahkan kader-kader nya sudah pernah diberikan ilmu terkait asi eksklusif, dan ia mengakui wilayah kerja Puskesmas Dolo capaian asi eksklusifnya masih rendah.

“Walaupun kami sudah pernah memberikan materi asi eksklusif, tapi itu sudah lumayan lama, dan harapan saya dengan pelatihan ini para kader terupgrade ilmunya tentang asi ekslusif, saya akui capaian asi eksklusif di wilayah saya ini masih rendah dan harapan saya setelah dapat materi ini, para kader ini bisa mentransfer ilmunya pada kader yang belum sempat hadir hari ini, agar capaian asi eksklusif semakin meningkat di wilayah Puskesmas Dolo” harapnya. (**)