PALU, Wartasulteng.com –
Gubernur Sulawesi Tengah, Dr. H. Anwar Hafid, M.Si, menegaskan pentingnya perencanaan berbasis data yang wajib dilaksanakan oleh seluruh perangkat daerah mulai tahun ini. Pernyataan ini disampaikan dalam momen Penandatanganan Kinerja Seratus Hari Kerja Kepala OPD lingkup provinsi berdasarkan pakta integritas di Halaman Kantor Gubernur.
Dalam sambutannya, Gubernur Anwar Hafid mengakui bahwa perencanaan daerah saat ini belum sepenuhnya tepat sasaran dan masih banyak yang bias akibat data yang tidak lengkap. “Tanpa data yang kuat, program-program OPD berisiko menjadi tambal sulam dan tidak menyentuh sasaran,” ujarnya.
Gubernur mencontohkan bahwa penanganan kemiskinan tidak akan efektif tanpa mengetahui siapa saja sasaran yang akan dientaskan. Ia juga menyebutkan bahwa Sulawesi Tengah, sebagai provinsi terluas di Pulau Sulawesi, memerlukan perencanaan terukur berbasis data untuk memastikan intervensi program dapat berjalan efektif dan efisien.
Dalam upaya mewujudkan perencanaan berkualitas, Gubernur Anwar Hafid memastikan akan mengalokasikan anggaran provinsi untuk mendapatkan data yang kuat. “Kita tidak pelit untuk mengeluarkan anggaran demi data yang valid dan akurat,” tegasnya.
Gubernur juga menginstruksikan jajaran perangkat daerah untuk berinovasi dan menerapkan digitalisasi dalam sistem kerja serta pelayanan kepada publik. Ia menyoroti keberadaan _Command Center_ sebagai pusat layanan terintegrasi yang menghubungkan antar OPD dan dapat diakses secara daring. “Ada _Command Center_ kita, silahkan dipergunakan,” ujarnya.
Kegiatan penandatanganan kinerja ini dihadiri oleh Wakil Gubernur dr. Reny A. Lamadjido, Sp.PK., M.Kes, Sekprov Dra. Novalina, M.M, Sekretariat DPRD Sulteng, M. Sadly Lesnusa, S.Sos., M.Si, serta seluruh Kepala OPD, Pejabat Administrator, Pengawas, Fungsional, dan Pelaksana.







