PALU | Warta Sulteng –
Partai NasDem menggelar pasar sembako murah tepat di depan kantor DPW, jalan Khairil Anwar, Kota Palu, Sulawesi Tengah, Jumat (17/4/2026), sebagai pembuka rangkaian Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) DPW NasDem Sulteng.
Kegiatan ini dibuka langsung anggota Majelis Tinggi DPP Partai NasDem, Lestari Moerdijat, yang juga menjabat Wakil Ketua MPR RI, bersama sejumlah pengurus pusat lainnya.
Secara simbolis, jajaran pengurus DPP didamlingi ketua DPW NasDem Sulteng, Nilam Sari Lawira, menyerahkan paket sembako murah kepada masyarakat.
Dalam keterangannya, Lestari Moerdijat menegaskan kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen partai untuk hadir langsung di tengah masyarakat.
“Dalam kapasitas saya sebagai anggota Majelis Tinggi DPP Partai NasDem, kami menghadiri pembukaan Rakorwil yang dibuka dengan gelaran pasar sembako murah. Kami memberikan apresiasi tinggi kepada Ibu Nilam sebagai Ketua DPW NasDem Sulteng,” ujar Lestari.
Ia menilai kegiatan tersebut sejalan dengan arah partai yang menekankan kebermanfaatan bagi masyarakat.
“Kegiatan ini sangat luar biasa, sesuai arah garis partai untuk kembali kepada masyarakat dan memberikan hal-hal yang bernilai dan bermakna,” katanya.
Sementara itu, Nilam Sari Lawira menegaskan pasar murah menjadi bukti kehadiran NasDem tidak hanya saat pemilu.
“Kita ingin menunjukkan Partai NasDem ini tidak sekadar hadir saat pemilu, tetapi setiap saat bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, khususnya di Sulawesi Tengah,” kata Nilam.
Ia menjelaskan masyarakat cukup membayar Rp5.000 untuk mendapatkan paket sembako.
“Melalui kegiatan ini, masyarakat bisa menebus paket sembako dengan harga Rp5.000. Walaupun jumlahnya belum sesuai harapan, ini langkah kecil kami untuk masyarakat,” ujarnya.
Nilam menambahkan kegiatan serupa diharapkan dapat diperluas ke seluruh wilayah di Sulawesi Tengah.
“Ke depan, semoga bisa dilaksanakan di seluruh kabupaten dan kota,” pungkasnya.
Selain pasar murah, jajaran pengurus DPP juga meninjau stan UMKM yang dihadirkan pengurus DPD dari berbagai daerah di Sulteng sebagai bagian dari upaya mendorong ekonomi lokal.