PALU | Warta Sulteng –

Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Sulawesi Tengah memperketat pengawasan lalu lintas ternak sapi menjelang Iduladha 2026. Langkah ini dilakukan untuk memastikan kesehatan hewan kurban dan keamanan pangan asal hewan yang didistribusikan ke berbagai daerah.

Data sistem otomasi Best Trust Badan Karantina Indonesia, sebanyak 1.815 ekor sapi asal Sulawesi Tengah telah dikirim ke Balikpapan sejak pasca-Idulfitri hingga Kamis (7/5/2026). Selain itu, sekitar 500 ekor sapi lainnya saat ini masih dalam proses pengajuan pemeriksaan karantina.

“Pemeriksaan kesehatan hewan dilakukan secara ketat melalui serangkaian tindakan karantina, mulai dari pemeriksaan fisik, verifikasi dokumen kesehatan, hingga pemantauan penyakit hewan menular strategis,” kata Ahmad Alfian, Kepala Karantina Sulawesi Tengah, dalam keterangannya.

Ia menjelaskan, pengawasan tersebut penting untuk menjaga keamanan pangan masyarakat selama momentum Iduladha sekaligus mempertahankan kepercayaan daerah tujuan terhadap kualitas ternak asal Sulawesi Tengah.

Menurut Alfian, Sulawesi Tengah menjadi salah satu daerah penyangga kebutuhan daging sapi, khususnya untuk wilayah Kalimantan. Karena itu, pengawasan karantina diperketat guna mencegah penyebaran penyakit hewan menular.

Karantina Sulawesi Tengah juga menyiapkan fasilitas dan personel untuk mendukung kelancaran distribusi ternak. Instalasi karantina hewan yang dimiliki mampu menampung sekitar 350 hingga 400 ekor sapi.

“Sapi yang masuk wajib memenuhi persyaratan administrasi dan menjalani pemeriksaan kesehatan selama masa karantina untuk mencegah penyakit seperti Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), Lumpy Skin Disease (LSD), dan brucellosis,” ujarnya.

Selain pengawasan kesehatan hewan, Karantina Sulawesi Tengah memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah, pelaku usaha, dan instansi terkait agar distribusi ternak berjalan sesuai ketentuan.

Alfian juga mengingatkan pelaku usaha dan masyarakat agar mematuhi aturan lalu lintas ternak serta menggunakan layanan karantina secara resmi. Ia menegaskan seluruh pembayaran layanan karantina kini dilakukan secara digital tanpa transaksi tunai.

“Kami memastikan distribusi hewan kurban berjalan lancar serta menjamin ketersediaan pangan yang sehat, aman, dan halal bagi masyarakat,” kata Alfian.**