WARTA , SIGI atau Desa Toro di Sigi, Sulawesi Tengah (Sulteng), diusulkan sebagai percontohan untuk pengembangan di wilayah tersebut.

Hal itu dikatakan oleh Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian, dan Statistik (Kominfosantik) Sulawesi Tengah saat mendampingi kunjungan dari tim Kementrian Desa, Rabu, (25/06/24), di Toro.

Inisiatif ini diharapkan dapat menjadi model bagi pelatihan 132 desa lainnya yang akan diadopsi oleh Sulteng.

Sebagai langkah awal, Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendesa) akan berkordinasi dengan Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (Bakti) Kominfo untuk mengaktifkan akses internet Bakti di tiga titik yang ada di Toro.

“Kami apresiasi kepada Sekolah Internet (SIK) Toro yang telah mengembangkan internet desa untuk memanfaatkan teknologi informasi dalam melakukan pembelajaran dan kegiatan usaha dalam menggerakkan ekonomi desa,” ujar Sofyan Hanafi, Direktur Penyerasian Pembangunan Sarana dan Prasarana (PPSP) Kementerian Desa.

Langkah itu menurut Sofyan bagian dari koordinasi antarkementerian yang saling bahu membahu untuk menyelesaikan permasalahan teknologi digital di Sulteng.

Selain itu, nantinya, Toro juga harus siap membuka akses bagi peserta di luar Kulawi yang ingin belajar tentang internet pedesaan yang berbasis komunitas.

Dalam kujungan tersebut, Sudaryano Lamangkona, Kadis Kominfosantik, juga mensuport SIK Toro dengan mengoptimalkan Kelompok Informasi Masyarakat (KIM).

“KIM juga dapat diajak untuk mengikuti pelatihan serupa seperti yang dilakukan di Toro.Untuk mendukung keberhasilan program ini” kata Ano, sapaan akrabnya.

Sekolah Internet Komunitas (SIK) Toro yang di kordinir oleh Hendrik, yang merupakan warga setempat, akan disiapkan menjadi lokal champion, juga diusulkan menjadi master trainer di Sulteng untuk pengembangan internet desa yang berbasis komunitas.

“Peran Hendrik dan teman-teman di SIK Toro sangat penting dalam membimbing dan melatih masyarakat dalam memanfaatkan teknologi digital di desa” tambah Sudaryano.

Sebagai informasi, Program Sekolah Internet Komunitas di Ngata Toro digagas oleh serta mendapat suport oleh relawan yang berbasis di .

Di program itu warga dilatih peningkatan kapasitas teknis jaringan internet dan literasi digital dengan melibatkan masyarakat adat, pemerintah desa, dan komunitas yang ada.

Sekolah Internet Komunitas juga mendukung pembelajaran bagi pengembangan dan pemanfaatan infrastruktur internet berbasis komunitas di wilayah pedesaan dan wilayah terpencil.

“Infrastruktur dan konektivitas internet yang berbasis komunitas dikembangan untuk menyediakan layanan internet dan platfom digital yang legal, aman, dan terjangkau untuk mendukung praktik komunikasi serta sarana pemberdayaan bagi masyarakat di daerah pedesaan dan tempat terpencil,” kata Kesa, staf program internet komunitas Common Room, Senin (13/05/2024).

Dengan langkah-langkah ini, diharapkan desa-desa di Sulteng dapat lebih maju dan terhubung dengan internet, sehingga memudahkan akses informasi dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat pedesaan.(*Od)