JAKARTA, Wartasulteng.com –
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) pada Jumat (6/3/2026) mengimbau masyarakat agar tidak melakukan panic buying bahan bakar minyak (BBM) setelah aksi pembelian berlebihan terjadi di Aceh dan beberapa wilayah Sumatera. Imbauan ini dipicu informasi keliru soal potensi kelangkaan BBM akibat konflik Timur Tengah, khususnya penutupan Selat Hormuz oleh Iran sejak 28 Februari 2026.
Juru Bicara Kementerian ESDM Dwi Anggia menegaskan, “Stok BBM nasional aman dengan ketahanan 21-23 hari per 1 Maret 2026. Tidak ada rencana kenaikan harga BBM bersubsidi.” PT Pertamina (Persero) juga menyiapkan 2.074 SPBU 24 jam, 6.300 agen LPG, dan 200 mobil tangki cadangan menjelang mudik Lebaran, dengan puncak arus pada 14-15 Maret.
Direktur Utama Pertamina Simon Aloysius Mantiri memastikan operasional berjalan 24 jam untuk avtur, BBM, dan LPG. Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menambahkan, cadangan cukup 20 hari meski seperempat impor minyak mentah dari Timur Tengah terganggu. Pemerintah mengalihkan impor ke AS melalui nota kesepahaman Pertamina.
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan strategi diplomatik sedang ditempuh untuk membebaskan dua kapal Pertamina terjebak di Selat Hormuz. “Kami antisipasi gangguan dengan diversifikasi sumber,” ujarnya. Kedua kementerian menekankan, panic buying justru picu kelangkaan sementara.
Masyarakat diimbau beli secukupnya dan pantau info resmi. Hingga Sabtu (7/3/2026) siang, situasi di SPBU Sumatera mulai normal.
