PALU | Warta Sulteng –

Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Palu mengimbau para pendaki gunung di Sulawesi Tengah untuk mengutamakan keselamatan selama libur akhir tahun. Basarnas menilai aktivitas pendakian berpotensi meningkat dan membutuhkan kesiapan fisik, mental, serta kepatuhan terhadap prosedur keamanan.

Kepala Sumber Daya Basarnas Palu, Aprizal Soelaiman, mengatakan pihaknya terus memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak untuk menekan risiko kecelakaan di jalur pendakian.

“Kami berkolaborasi dengan Balai Taman Nasional, Mapala, dan kelompok pecinta alam untuk membahas standar prosedur pengamanan saat pendakian. Saat ini masih dalam proses penyusunan,” kata Aprizal, saat Coffe Morning dengan jurnalis dan jajaran pimpinan Basarnas Palu, Rabu, (24/12).

Selain program SAR Goes to School, Basarnas Palu juga menggagas SAR Goes to Campus sebagai upaya edukasi keselamatan kepada pelajar dan mahasiswa. Basarnas turut berkoordinasi dengan pengelola lokal atau akamsi di lokasi pendakian untuk memastikan pendataan pendaki dilakukan secara riil.

“Kami rencanakan ke depan setiap pendaki mendapat barcode agar pendataan lebih mudah dan akurat,” ujarnya.

Aprizal menekankan, pendaki wajib menyiapkan kondisi fisik dan kesehatan mental, memilih pakaian yang sesuai, serta membawa perlengkapan lengkap sebelum naik gunung. Langkah itu penting untuk menghindari risiko seperti hipotermia dan kecelakaan lainnya.

Ia juga mengingatkan pendaki agar menguasai karakteristik jalur dan lokasi tujuan. Menurutnya, banyak insiden terjadi seperti di Gunung Gawalise yang jalurnya keterbatasan sumber air.

“Pendaki harus tahu kondisi medan. Di Gawalise, air sangat terbatas, sehingga perlu persiapan ekstra,” jelasnya.

Basarnas Palu menyarankan pendakian dilakukan minimal oleh dua orang. Dengan begitu, jika terjadi insiden, satu orang dapat memberikan pertolongan dan mencari bantuan.

“Prinsip kami, setiap pendaki adalah saudara. Idealnya mendaki berdua atau lebih demi keselamatan,” tegas Aprizal.

Basarnas berharap imbauan tersebut dapat meningkatkan kesadaran pendaki untuk selalu mengutamakan keselamatan, sehingga aktivitas pendakian selama libur akhir tahun berjalan aman dan tanpa insiden. (Od).