WARTA , Palu, Hadianto Rasyid, menggelar pertemuan dengan sejumlah pengusaha tambang di , Senin (1/7/). Pertemuan ini membahas situasi pasca hujan deras yang berdampak pada wilayah sekitar Galian C, serta isu lingkungan yang menjadi sorotan .

Hadianto menekankan dua poin penting dalam pertemuan tersebut, yaitu:

1. Penanganan Dampak Lingkungan

  • Polusi Udara: Wali meminta pengusaha tambang segera menanggulangi masalah polusi udara yang ditimbulkan dari aktivitas pertambangan.
  • Jalan Rusak: Wali kota mengingatkan komitmen pengusaha tambang untuk memperbaiki jalan yang rusak akibat aktivitas pertambangan.

Hadianto kecewa karena hingga saat ini, 1,5 tahun setelah komitmen dibuat, para pengusaha belum menunjukkan tindakan yang signifikan.

Ia mengancam akan menghentikan pengukuran pertambangan dan berkoordinasi dengan pihak terkait seperti Syahbandar untuk menghentikan izin pelayaran jika pengusaha tidak menyelesaikan masalah ini dalam waktu tiga bulan.

2. Kehadiran Pimpinan Perusahaan

Hadianto kesal karena kali ini tidak dihadiri langsung oleh para direktur perusahaan tambang. Ia meminta agar mereka hadir pada pertemuan selanjutnya, Rabu (3/7/2024), dengan membawa akta pendirian masing-masing.

Ketidakhadiran direktur dinilai sebagai bentuk ketidakseriusan dalam menyelesaikan persoalan ini.