BANGGAI, Wartasulteng.com –

Komitmen untuk memperkuat perlindungan Kekayaan Intelektual (KI) berbasis potensi daerah terus ditunjukkan oleh Kantor Wilayah Kementerian Hukum Sulawesi Tengah (Kanwil Kemenkum Sulteng). Hal ini terlihat melalui partisipasi aktif dalam Rapat Koordinasi Persiapan Pemeriksaan Substantif Indikasi Geografis (IG) Durian Asahan yang digelar di Kantor BRIDA Banggai pada Senin (6/4/2026).

Kegiatan ini melibatkan berbagai pihak strategis, mulai dari Tim Indikasi Geografis Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI), Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), BRIDA Banggai, hingga perwakilan petani dan pengurus Masyarakat Perlindungan Indikasi Geografis (MPIG) Durian Asahan.

Kepala Kanwil Kemenkum Sulteng, Rakhmat Renaldy, menegaskan bahwa proses pendaftaran IG bukanlah tujuan akhir, melainkan langkah awal untuk meningkatkan nilai tambah produk lokal secara berkelanjutan. “Indikasi Geografis adalah instrumen strategis untuk melindungi identitas dan kualitas produk unggulan daerah. Kami harus menjaga konsistensi mutu dan memastikan manfaat ekonominya dirasakan langsung oleh masyarakat,” ujarnya.

Kepala Divisi Pelayanan Hukum, I Putu Dharmayasa, menekankan pentingnya kesiapan dokumen deskripsi (DD) yang akurat dan sesuai dengan kondisi faktual di lapangan. “Pemeriksaan substantif merupakan tahapan krusial. Kami akan terus melakukan pendampingan intensif agar seluruh aspek yang dipersyaratkan dapat terpenuhi secara optimal,” jelasnya.

Tim IG DJKI menyampaikan bahwa pemeriksaan substantif akan difokuskan pada kesesuaian dokumen dengan kondisi riil, termasuk wawancara langsung dengan petani dan pengurus MPIG. BRIN juga menekankan pentingnya pendampingan berkelanjutan mulai dari hulu hingga hilir, termasuk penguatan produksi dan standarisasi kualitas.

Diskusi juga menyoroti potensi besar IG sebagai instrumen ekonomi, tidak hanya sebagai identitas produk, tetapi juga sebagai jaminan perbankan dan daya tarik wisata. Produk-produk IG diharapkan dapat hadir di berbagai titik strategis seperti bandara dan pelabuhan, dengan kemasan yang menarik dan berdaya saing.

Dengan sinergi yang kuat antara pemerintah, peneliti, dan masyarakat, Durian Asahan diharapkan segera memperoleh sertifikat Indikasi Geografis dan menjadi ikon unggulan Kabupaten Banggai yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.