PALU | Warta Sulteng –
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Sulawesi Tengah, Muhammad Irfan Sukarna, memaparkan kinerja perekonomian daerah yang menunjukkan tren positif sepanjang 2025. Pemaparan tersebut disampaikan kepada jurnalis di Kantor BI Sulteng, Jalan Dr Samratulangi, Palu, Jumat (30/1/2026).
“Secara nasional, Indonesia mencatat pertumbuhan ekonomi sebesar 5,4 persen dan masuk tiga besar negara G20 setelah Argentina di posisi kedua dan India yang teratas. Untuk daerah, Sulawesi Tengah berada di posisi kedua tertinggi pertumbuhan ekonomi nasional,” kata Muhammad Irfan Sukarna.
Ia menjelaskan, pertumbuhan ekonomi Sulawesi Tengah mencapai 7,79 persen, dengan kontribusi terbesar berasal dari sektor industri pengolahan, pertanian, kehutanan, dan perikanan. “Pertumbuhan ekonomi Sulawesi Tengah sebesar 7,79 persen dengan penyumbang terbesar dari industri pengolahan, pertanian, kehutanan, dan perikanan,” ujarnya.
Dari sisi stabilitas harga, inflasi Sulawesi Tengah menunjukkan tren penurunan hingga akhir 2025. “Inflasi Sulawesi Tengah pada Desember 2025 menurun menjadi 3,31 persen dari sebelumnya 3,50 persen,” tutur Irfan.
Bahkan, menurutnya, tingkat inflasi terendah yang pernah dicatat Sulawesi Tengah dalam kurun 15 tahun terakhir berada pada level sangat rendah. “Inflasi terendah dalam 15 tahun terakhir hanya sebesar 0,14 persen,” ungkapnya.
Selain itu, perkembangan transaksi non tunai di Sulawesi Tengah mengalami pertumbuhan signifikan, terutama dari sektor usaha mikro. “Perkembangan transaksi non tunai tumbuh sebesar 37 persen dan tertinggi berasal dari usaha mikro, khususnya di wilayah Palu,” kata Irfan.
Penggunaan QR Code Indonesian Standard (QRIS) juga terus meningkat. “Jumlah pengguna QRIS di Sulawesi Tengah mencapai 367.697 dan tumbuh 10 persen secara tahunan atau year on year pada triwulan IV 2025,” ujarnya.
Terkait proyeksi ke depan, Muhammad Irfan Sukarna menyebutkan bahwa arah perekonomian Sulawesi Tengah pada 2026 masih menunggu rilis data terbaru. “Proyeksi ekonomi Sulawesi Tengah tahun 2026 menunggu perkembangan data triwulan IV,” pungkasnya.