WARTA , PALU terus mempercepat progres pengembangan Kawasan Nusantara (KPN) di Desa Talaga, Kecamatan Dampelas, , Sulawesi Tengah.

Dari total luas lahan 1.123 hektare yang disiapkan, sampai pada akhir tahun 2023 lalu, pemerintah daerah sudah melakukan pembukaan lahan (Land Clearing) seluas 85 hektare.

Kepala Dinas (Kadis) Tanaman Pangan Hortikultura (TPH), Nelson Metubun menjelaskan, pembukaan lahan atau Land Clearing akan kembali di kerjakan di tahun 2024, kerjasama antara Pemda Sulteng dan Korem 132/Tadulako.

“Luas lahan yang dikerjakan pada tahun kemarin sesuai ABT, sudah sekira 85 hektare, dan sudah dilakukan penanaman awal, seperti durian, jagung, ubi kayu” ujar Nelson, saat di hubungi, Senin, (08/01/2024).

Menurut Kadis TPH, pengembangan pembukaan lahan di lokasi KPN ini akan terus di kebut. Secara bertahap, akan di buka seluas 400 hektare dari total luas lahan 1.123 hektare.

“400 hektare itu rencana pemda akan di distribusi ke yang ada di 3 Desa yakni, Desa Kambayang, Desa Talaga dan Desa Sabang” jelasnya.

Untuk percepatan pengembangan Kawasan Pangan Nusantara (KPN) di Desa Talaga, Pemerintah Sulawesi Tengah telah berinisiatif mengelolah lokasi lahan lebih awal.

Nantinya, Pemerintah Sulteng berharap ada dukungan dan suporting dari pemerintah pusat lewat Kementrian terkait.

“Kami akan bermohon ke Kementrian untuk di fasilitasi dan di backup dalam percepatan pembukaan lahan di lokasi KPN” tambah Nelson.

Kawasan Pangan Nusantara (KPN) di Desa Talaga, Kecamatan Dampelas, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, diresmikan langsung oleh Wakil Presiden Mahruf Amin, pada bulan Oktober tahun 2023 lalu.

KPN Sulteng di anggap memiliki peran penting dalam mendukung pemenuhun di sektor pangan saat pengembangan (IKN) di Provinsi Kalimantan Timur nanti.

Dari ke sesuain lahan di lokasi KPN yang dilakukan pengujian, ada sekira 400 jenis tanaman pangan dan hortikultura yang bisa ditanami di lokasi teraebut.

“Pada awal dilakukan pengujian oleh tim dari Kemenko Marves, IPB, dan Balai Besar Pengujian Tanah Kementan. dari 700 jenis tanaman, ada sekitar 400 jenis tanaman dan hortikultura bisa di tanami di lokasi ” Jelasnya.

Selain sektor pertanian, pengembangan Kawasan Pangan Nusantara (KPN) di Desa Talaga juga akan manyasar sektor perikanan, peternakan, termasuk pedagang . (ODI)