PASANGKAYU | Warta Sulteng –

Panglima Kodam (PANGDAM) XXIII/Palaka Wira Mayjen TNI J. Binsar P. Sianipar meresmikan Jembatan Garuda di Desa Polewali, Kecamatan Bambalamotu, Kabupaten Pasangkayu, Sulawesi Barat, Senin (14/9/2026). Pemerintah Kabupaten Pasangkayu yang diwakili oleh Asisten Bidang Perekonomian serta perwakilan pihak swasta turut hadir. Jembatan yang dibangun melalui program prioritas Presiden itu kini resmi digunakan untuk mendukung mobilitas masyarakat.

Peresmian Jembatan Garuda diharapkan memperkuat akses transportasi dan aktivitas ekonomi warga, termasuk mempermudah anak-anak menuju sekolah serta pengangkutan hasil perkebunan. Jembatan tersebut memberikan manfaat bagi sekitar 429 jiwa atau 250 kepala keluarga dari dua desa dan masyarakat di wilayah sekitar.

Binsar mengatakan, pembangunan Jembatan Garuda dilaksanakan melalui pola swakelola dengan melibatkan personel TNI, masyarakat, dan pemuda di sekitar lokasi.

“Programnya ini adalah program swakelola, sehingga dengan swakelola tersebut bisa mengefisienkan anggaran. Yang bekerja adalah TNI bersama masyarakat dan semua pemuda yang ada di sekitar titik jembatan,” kata Binsar.

Menurutnya, pembangunan jembatan berlangsung sekitar 70 hari dan telah rampung sejak 1 September 2026.

Binsar menegaskan, Jembatan Garuda merupakan fasilitas yang harus dijaga bersama karena manfaatnya ditujukan untuk masyarakat.

“Ini adalah milik kita bersama, bukan milik TNI. Ini adalah pemberian Bapak Presiden, diprogramkan melalui TNI Angkatan Darat dan kita kerjakan bersama-sama. Tolong dirawat yang baik,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan warga agar memperhatikan kapasitas jembatan. Berdasarkan laporan Dandim, Jembatan Garuda memiliki kapasitas maksimal sekitar enam ton. Kendaraan yang melintas diminta tidak membawa muatan berlebihan agar konstruksi tetap terjaga dan dapat digunakan dalam jangka panjang.

Dengan pembangunan Jembatan Garuda, Kabupaten Pasangkayu telah menerima enam jembatan melalui program tersebut, terdiri atas tiga jembatan beton, satu jembatan arko, serta dua jembatan kritis atau jembatan gantung.(od)