BANGGAI | Warta Sulteng –
Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi melakukan pembinaan terhadap SPBU 75.947.04 Pagimana, Kabupaten Banggai, sebagai bagian dari upaya memperkuat kualitas pelayanan dan memastikan akses masyarakat terhadap bahan bakar minyak (BBM) tetap terjaga.
Pembinaan dilakukan setelah Pertamina mengevaluasi proses pelayanan dan penyaluran BBM di SPBU tersebut menyusul keluhan masyarakat terkait ketersediaan Pertalite yang dinilai cepat habis setelah pasokan diterima.
Hasil evaluasi menemukan adanya ketidaksesuaian dalam penyaluran BBM untuk memenuhi kebutuhan nelayan di sekitar Pagimana. Pertamina menyatakan mekanisme penyaluran perlu disesuaikan dengan ketentuan Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) agar setiap transaksi dapat tercatat dan terpantau dengan baik.
Selama masa pembinaan, Pertamina memastikan akses masyarakat terhadap BBM tetap tersedia melalui lembaga penyalur alternatif. Masyarakat Pagimana dan sekitarnya dapat memanfaatkan SPBU 74.947.27 di Kecamatan Bunta.
Sementara itu, kebutuhan BBM nelayan dapat dilayani melalui SPBU-N 7894702 Pagimana. Pertamina juga memastikan BBM nonsubsidi tetap tersedia di SPBU 75.947.04 Pagimana selama masa pembinaan.
Pertamina turut memantau stok, penyaluran, dan perkembangan antrean di SPBU alternatif. Penyesuaian distribusi akan dilakukan berdasarkan tingkat konsumsi dan kondisi aktual di lapangan.
Bersama Pemerintah Kabupaten Banggai, Pertamina juga melakukan pendataan ulang nelayan di wilayah Pagimana. Langkah tersebut bertujuan memastikan nelayan yang berhak memperoleh BBM bersubsidi tercatat dengan baik dan dapat melakukan transaksi sesuai ketentuan, termasuk melalui XStar BPH Migas.
Selain itu, Pertamina memperkuat pengawasan terhadap penyaluran BBM di SPBU, mulai dari kesesuaian transaksi, volume penyaluran hingga pola pembelian. Pengawasan dilakukan untuk meminimalkan potensi penyalahgunaan, pembelian berulang, maupun aktivitas lain yang dapat mengganggu ketepatan sasaran BBM bersubsidi.
Area Manager Communication, Relation, & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Lilik Hardiyanto, mengatakan pembinaan merupakan bagian dari evaluasi untuk memperkuat standar pelayanan SPBU sekaligus menjaga akses masyarakat terhadap BBM.
“Pembinaan terhadap SPBU Pagimana kami lakukan untuk memastikan pelayanan kepada masyarakat semakin baik dan seluruh proses penyaluran berjalan sesuai ketentuan. Selama masa pembinaan, akses masyarakat tetap kami jaga melalui SPBU alternatif di Kecamatan Bunta. Kami juga terus memonitor kondisi stok dan kebutuhan di lapangan agar pelayanan BBM tetap berjalan dengan baik,” ujar Lilik.
Menurut Lilik, pendataan ulang nelayan bersama pemerintah daerah juga menjadi bagian dari upaya memastikan kebutuhan BBM nelayan dapat dipenuhi melalui mekanisme yang tepat dan tercatat.
Pertamina akan terus mengevaluasi operasional SPBU selama masa pembinaan dan memastikan perbaikan diterapkan oleh pengelola. Koordinasi dengan pemerintah daerah dan pihak terkait juga dilakukan untuk menjaga kelancaran distribusi BBM di Kabupaten Banggai.
Pertamina mengimbau masyarakat membeli BBM sesuai kebutuhan dan peruntukannya serta mengikuti arahan petugas saat pengisian. Masyarakat yang menemukan kendala pelayanan, dugaan penyalahgunaan, atau indikasi pelanggaran dalam penyaluran BBM dapat menghubungi Pertamina Customer Solution (PCS) 135 untuk ditindaklanjuti sesuai mekanisme yang berlaku.**







