PASANGKAYU | Warta Sulteng –
Panglima Kodam (Pangdam) XXIII/Palaka Wira Mayjen TNI J. Binsar P. Sianipar mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Imbauan tersebut disampaikan Binsar di hadapan masyarakat saat meresmikan Jembatan Garuda sekaligus mengecek pembangunan sumur bor di Desa Polewali, Senin (14/9/2026).
Binsar meminta masyarakat tidak membuka lahan dengan cara membakar, tidak membakar sampah tanpa pengawasan, serta tidak membuang puntung rokok sembarangan. Menurutnya, kelalaian kecil dapat memicu kebakaran yang meluas.
“Tolong dijaga, jangan sampai terjadi kebakaran hutan. Kita tidak membakar atau membuka lahan, tidak membakar sampah tanpa diawasi dan tidak membuang puntung rokok sembarangan,” kata Binsar.
Ia mencontohkan puntung rokok yang terlihat sepele, tetapi dapat menjadi sumber api dan memicu kebakaran hingga menghanguskan lahan dalam jumlah besar.
“Hal kecil ini bisa membakar sampai dengan puluhan hektare lahan kita. Jadi tolong, seperti tadi sudah saya titip kepada kita semua untuk menjaga hutan kita agar tidak terbakar dengan disiplin,” ujarnya.
Pangdam mengatakan, karhutla masih menjadi perhatian di sejumlah wilayah Sulawesi. Ia menyebut menerima laporan kebakaran di Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, yang terjadi di lima titik dengan luasan mencapai ratusan hektare.
“Sampai dengan tadi pagi saya dapat laporan ada sekitar ratusan hektare di Poso yang terbakar, ada lima titik,” katanya.
Berbeda dengan kondisi tersebut, karhutla di Kabupaten Pasangkayu disebut masih relatif minim. Binsar meminta kondisi itu dipertahankan melalui pencegahan sejak dini dan keterlibatan aktif masyarakat.
Selain menyampaikan imbauan karhutla, Binsar juga mengecek pembangunan sumur bor di Desa Polewali. Infrastruktur tersebut menjadi bagian dari upaya mendukung ketersediaan air bagi masyarakat sekaligus memperkuat kesiapsiagaan menghadapi kondisi kering.
Binsar menegaskan, pencegahan karhutla membutuhkan keterlibatan seluruh unsur, tidak hanya pemerintah. Pemerintah daerah, TNI, Polri, kejaksaan, dan masyarakat harus bersama-sama menjaga wilayah agar kebakaran tidak terjadi dan meluas.
“Pemerintah daerah, TNI, Polri, kejaksaan, semua berangkat untuk kita bisa meminimalisir terjadinya kebakaran hutan di wilayah kita masing-masing,” pungkasnya. (Od)






