BOGOR, Wartasulteng.com –

Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan penghematan anggaran negara sebesar Rp308 triliun dari belanja pusat yang dinilai tidak produktif. Menurutnya, pemangkasan ini berhasil menutup celah korupsi yang selama ini menggerogoti APBN.

Pernyataan itu disampaikan Prabowo saat menjawab pertanyaan jurnalis di Hambalang, Bogor, Kamis (19/3/2026). Ia menargetkan pos-pos belanja seperti seremonial, alat tulis kantor (ATK), serta rapat dan seminar di luar kantor. “Keyakinan saya, itu semua Rp308 triliun ini jika tidak dipotong, ini ke arah korupsi,” tegasnya.

Prabowo juga mengkritik belanja daerah yang tidak efisien, seperti pembelian mobil dinas gubernur Rp8 miliar, sementara infrastruktur dasar seperti jembatan desa terbengkalai. Ia menyoroti ICOR Indonesia yang tinggi di 6,5, dibanding Vietnam 3,6, menandakan inefisiensi hingga 30% atau Rp75 miliar dolar AS dari APBN Rp3.700 triliun.

Lebih lanjut, pemerintah mempertimbangkan wacana penghematan operasional, termasuk WFH untuk 75% pegawai dan pengurangan hari kerja menjadi empat hari per minggu, seperti di Pakistan dan Filipina. “Bupati dan gubernur harus kerja untuk rakyat, bukan fasilitas pribadi,” ujarnya.

Langkah ini diharapkan meningkatkan produktivitas dan fokus pada kebutuhan rakyat. Pengamat anggaran memuji inisiatif ini sebagai gebrakan anti-korupsi, meski butuh pengawasan ketat implementasi di daerah.