MAKASSAR, Wartasulteng.com –

PT Vale Indonesia Tbk menegaskan ketangguhan operasionalnya sepanjang 2025 dengan produksi nikel matte mencapai 66.848 ton hingga November, melampaui target yang direncanakan. Pencapaian ini disampaikan manajemen perusahaan dalam diskusi media di Makassar pada Senin (2/3/2026), di tengah tekanan harga nikel global yang terus berlanjut.

Direktur Utama PT Vale, Bernardus Irmanto, menjelaskan bahwa produksi nikel matte naik 3 persen secara tahunan, didukung penjualan bijih nikel sebesar 1,9 juta ton hingga November—jauh di atas target 1,36 juta ton. Total pendapatan perusahaan pun mencapai US$902 juta, meski harga realisasi nikel berada di bawah ekspektasi.

PT Vale juga memamerkan kemajuan Indonesia Growth Project (IGP) senilai mendekati US$9 miliar di tiga lokasi Sulawesi. IGP Pomalaa (Sultra) progres 65 persen dengan penjualan bijih perdana akhir Februari, sementara IGP Morowali (Sulteng) hampir selesai 99 persen.

Meski sukses operasional, perusahaan menghadapi pemangkasan kuota produksi oleh Kementerian ESDM menjadi 30 persen dari RKAB 2026, serta proyeksi harga nikel rata-rata US$15.250 per ton akibat kelebihan pasokan. “Konsistensi investasi dan disiplin operasional jadi kunci ketahanan kami,” tegas Endra Kusuma, Kepala Hubungan Eksternal PT Vale.

Pencapaian ini menunjukkan komitmen PT Vale terhadap hilirisasi nikel Indonesia di tengah dinamika pasar global.