JAKARTA | Warta Sulteng –
Perum BULOG memastikan cadangan beras pemerintah berada pada level kuat dan cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Pemerintah pun mengimbau masyarakat tidak melakukan pembelian berlebihan di tengah meningkatnya konsumsi menjelang hari besar keagamaan.
Direktur Utama Ahmad Rizal Ramdhani menyebutkan, hingga Senin (9/3), stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang dikuasai Perum BULOG telah mencapai 3,74 juta ton. Jumlah tersebut diproyeksikan terus bertambah seiring panen raya yang berlangsung di sejumlah daerah.
“Stok beras yang kami kuasai saat ini sangat kuat, sekitar 3,74 juta ton. Dengan panen yang sedang berlangsung dan penyerapan yang terus kami lakukan, stok berpotensi meningkat hingga 4,5 sampai 5 juta ton pada akhir Maret,” kata Rizal dalam keterangannya di Jakarta.
Selain beras, BULOG juga memastikan ketersediaan minyak goreng tetap terjaga. Pasokan tersebut diperkuat melalui kebijakan Domestic Market Obligation (DMO) yang ditetapkan Kementerian Perdagangan Republik Indonesia.
Melalui kebijakan tersebut, BULOG memperoleh alokasi sekitar 46 juta liter minyak goreng rakyat Minyakita setiap bulan untuk menjaga ketersediaan di pasar.
Rizal menegaskan, kombinasi stok beras yang kuat dan dukungan pasokan minyak goreng memastikan kebutuhan pangan masyarakat tetap terpenuhi hingga akhir tahun.
“Dengan kondisi stok yang ada saat ini, masyarakat tidak perlu khawatir. Pasokan beras dan minyak goreng tetap tersedia dan cukup untuk memenuhi kebutuhan,” ujarnya.
BULOG juga memantau ketersediaan komoditas pangan lain di pasar. Berdasarkan pemantauan di berbagai daerah, harga sejumlah bahan pokok masih relatif stabil.
Karena itu, pemerintah meminta masyarakat tetap berbelanja secara bijak sesuai kebutuhan.
“Tidak perlu ada kepanikan. Stok pangan nasional aman dan pemerintah terus menjaga pasokan serta stabilitas harga,” ujar Rizal.
Saat ini BULOG bersama pemerintah memperkuat berbagai langkah stabilisasi pangan, mulai dari penyerapan gabah petani, penguatan distribusi logistik, hingga intervensi pasar jika diperlukan.**
