DONGGALA | Warta Sulteng –
Gekrafs Donggala mendorong pemuda menjadi penggerak ekonomi kreatif di era digital melalui Ekrafster Show 2026 yang digelar di Kabupaten Donggala. Kegiatan tersebut menjadi ruang kolaborasi bagi pemuda, pelaku ekonomi kreatif, pemerintah daerah, dan pengurus Gekrafs untuk memperkuat potensi ekonomi kreatif dan pariwisata berbasis lokal.
Gekrafs Donggala di event Ekrafster Show 2026 mengusung tema “Masa Depan Pemuda dan Ekonomi Kreatif Donggala di Era Digital”berlangsung pada 4–5 September 2026 di Benkmor Camping, Desa Bale, Kecamatan Tanantovea, Kabupaten Donggala. Forum ini membahas peluang pemuda dalam mengembangkan ekonomi kreatif sekaligus memanfaatkan perkembangan teknologi digital untuk memperluas potensi daerah.
Rangkaian kegiatan diawali dengan Nature Camp Talk, sebuah diskusi yang menghadirkan sejumlah narasumber, di antaranya Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Donggala, Kepala Bidang Kepemudaan Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) Donggala, serta Dewan Pembina Gekrafs Donggala.
Pertamina Tegaskan STNK Bukan Syarat Beli BBM Subsidi di SPBU
Diskusi tersebut membahas masa depan pemuda, potensi ekonomi kreatif, serta peluang pengembangan pariwisata yang bertumpu pada kekayaan lokal Donggala di tengah perkembangan teknologi dan transformasi digital.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan Networking Session. Sesi ini menjadi ruang bagi pengurus dan peserta untuk membahas keberlanjutan organisasi sekaligus membuka peluang kolaborasi dalam memperkuat peran pemuda di dalam ekosistem ekonomi kreatif daerah.
Pemerintah Kabupaten Donggala juga terus memperkuat dukungan terhadap sektor ekonomi kreatif dan pariwisata melalui sejumlah program. Di antaranya pendataan pariwisata berbasis ekonomi kreatif, pengembangan desa wisata, serta fasilitasi pelatihan bagi pemandu wisata dan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) di sejumlah desa.
Dinas Pariwisata Kabupaten Donggala menyatakan komitmennya untuk melanjutkan sinergi dengan Gekrafs Donggala dalam mengembangkan ekonomi kreatif berbasis potensi lokal. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu memperluas promosi dan meningkatkan daya saing produk serta potensi ekonomi kreatif Donggala, baik di tingkat Sulawesi Tengah maupun nasional dan internasional.
Kepala Bidang Kepemudaan Disdikpora Donggala, Vallen Siske, mengatakan pemuda memiliki peran strategis dalam mendukung pembangunan dan pertumbuhan ekonomi daerah.
Menurut Vallen, keterlibatan pemuda tidak cukup hanya melalui gagasan, tetapi harus diwujudkan dalam bentuk kolaborasi dan aksi nyata yang dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Donggala.
“Pemuda harus tetap aktif berkontribusi melalui kerja sama, menciptakan ide, dan mengeksekusi jalannya pembangunan sumber daya manusia di Donggala,” ujar Vallen.
Sementara itu, Ketua Gekrafs Donggala, Rehstaat H. Pelu, berharap Ekrafster Show 2026 dapat menjadi katalisator untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia, khususnya generasi muda di Kabupaten Donggala.
Ia mengatakan penguatan kolaborasi antara Gekrafs dan Pemerintah Kabupaten Donggala diperlukan untuk membangun ekosistem ekonomi kreatif dan pariwisata yang berkelanjutan.
“Kami berharap kegiatan ini dapat menjadi katalisator pembangunan, khususnya dalam peningkatan sumber daya manusia bagi pemuda di Donggala, sekaligus memperkuat sinergi bersama Pemerintah Kabupaten Donggala untuk mewujudkan ekonomi kreatif dan pariwisata berkelanjutan,” kata Rehstaat.
Rangkaian Ekrafster Show 2026 ditutup pada hari kedua melalui agenda Running With Friends. Kegiatan lari pagi bersama tersebut menjadi bagian dari upaya membangun kebersamaan, memperluas jejaring, dan memperkuat hubungan antarpemuda serta pelaku ekonomi kreatif di Kabupaten Donggala.**






