PALU | Warta Sulteng –

Kantor Perwakilan Wilayah Bank Indonesia (KPwBI) Sulawesi Tengah menggelar Posalia Sulteng Digifest 2026 di Atrium Palu Grand Mall, Selasa (11/8/2026). Kegiatan tersebut menjadi wadah untuk memperkuat pengembangan UMKM melalui digitalisasi, pembiayaan, dan perluasan akses pasar.

Mengusung tema “Akselerasi Ekonomi Daerah dan Digitalisasi untuk Pertumbuhan Berkelanjutan”, kegiatan tersebut dihadiri Wakil Gubernur Sulawesi Tengah Reny A. Lamadjido yang mewakili Gubernur Sulawesi Tengah, Deputi Gubernur Bank Indonesia Aida S. Budiman, Anggota Komisi XI DPR RI Muhidin Muhammad Sayed, serta Kepala KPwBI Sulawesi Tengah Muhammad Irfan Soekarna.

Kegiatan yang di buka langsung oleh Deputi Gubenur Bank Indonesia, dirangkaikan dengan peluncuran Mal Siap QRIS Tap dan Samsat Siap QRIS Tap, fasilitasi pembiayaan melalui perbankan, serta pengembangan UMKM binaan Bank Indonesia. Posalia Sulteng Digifest akan berlangsung hingga 17 Agustus 2026.

Kelapa, Perempuan, dan Sabun dari Togean

Wakil Gubernur Sulawesi Tengah Reny A. Lamadjido mengatakan, digitalisasi sistem pembayaran menjadi bagian penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Transaksi yang cepat, mudah, aman, dan efisien dinilai dapat memberikan dampak positif terhadap aktivitas ekonomi masyarakat dan dunia usaha.

“Digitalisasi sistem pembayaran juga dapat membantu pelaku UMKM meningkatkan transaksi, memperluas akses pasar, serta membuka peluang untuk memperoleh layanan keuangan yang lebih besar,” kata Reny.

Karena itu, pemerintah daerah mengajak seluruh pelaku usaha di Sulawesi Tengah untuk meningkatkan kemampuan dalam memanfaatkan teknologi keuangan.

“Kita ingin membangun ekonomi digital yang cepat, tetapi aman, tetap modern, dan juga inklusif,” ujarnya.

Menurut Reny, pengembangan ekonomi digital harus berjalan beriringan dengan penguatan UMKM. Pemanfaatan teknologi diharapkan tidak hanya mempermudah transaksi, tetapi juga membuka peluang usaha dan jejaring ekonomi baru bagi masyarakat.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Bank Indonesia atas dukungan yang selama ini diberikan terhadap perekonomian Sulawesi Tengah.

UMKM Jadi Kekuatan Ekonomi

Sementara itu, Deputi Gubernur Bank Indonesia Aida S. Budiman mengatakan, kegiatan tersebut penting karena pertumbuhan ekonomi tidak hanya perlu didorong, tetapi juga harus dibarengi dengan penguatan daya tahan ekonomi.

Menurut Aida, dinamika perekonomian global yang terus berubah membuat penguatan ekonomi domestik menjadi semakin penting. Kondisi ekonomi domestik yang masih terjaga perlu dioptimalkan sebagai modal untuk menjaga pertumbuhan daerah.

“Jadi, kita harus betul-betul menggunakan dan mengoptimalkan pertumbuhan tersebut,” kata Aida.

Ia menilai Sulawesi Tengah memiliki modal yang baik dalam menjaga stabilitas ekonomi, termasuk pengendalian inflasi. Capaian tersebut diharapkan menjadi dasar untuk memperkuat pertumbuhan ekonomi yang lebih berkelanjutan dan berdaya tahan.

Dalam konteks tersebut, UMKM menjadi salah satu sektor yang mendapat perhatian utama Bank Indonesia.

Aida menyebut UMKM berkontribusi sekitar 60 persen terhadap produk domestik bruto (PDB) nasional dan menyerap lebih dari 90 persen tenaga kerja.

“UMKM sudah tidak ada lawannya. Enam puluh persen dari PDB kita, 90 persen lebih untuk penyerapan tenaga kerja,” ujarnya.

Di Sulawesi Tengah, Bank Indonesia telah mendampingi lebih dari 150 UMKM melalui berbagai program pengembangan kapasitas.

Aida mengatakan, pendampingan tidak berhenti pada peningkatan kemampuan usaha, tetapi diarahkan agar UMKM dapat naik kelas melalui korporatisasi dan akses pembiayaan.

Dengan penguatan tersebut, UMKM diharapkan mampu meningkatkan skala usaha, memperoleh pembiayaan perbankan, memperluas pasar, hingga membuka peluang ekspor.

Perkuat Digitalisasi Pembayaran

Aida juga menegaskan komitmen Bank Indonesia dalam memperluas digitalisasi sistem pembayaran sebagai bagian dari pengembangan UMKM.

Salah satunya melalui perluasan penggunaan QRIS, termasuk QRIS Tap yang memungkinkan masyarakat melakukan pembayaran secara lebih mudah dengan teknologi nirsentuh.

Peluncuran Mal Siap QRIS Tap dan Samsat Siap QRIS Tap dalam kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas ekosistem pembayaran digital di Sulawesi Tengah.

Bank Indonesia juga terus mendorong kegiatan promosi UMKM melalui berbagai agenda nasional, termasuk Karya Kreatif Indonesia (KKI) dan Pekan QRIS Nasional.

Aida mengatakan, promosi menjadi bagian penting agar produk UMKM tidak hanya berkembang dari sisi produksi, tetapi juga memiliki akses pasar yang lebih luas.

“Kita harus digital, menjawab semua tantangan zaman, dan kita harus bersama-sama,” katanya.

Dorong Kolaborasi

Aida berharap pengembangan UMKM di Sulawesi Tengah terus dilakukan melalui kolaborasi antara pemerintah daerah, Bank Indonesia, perbankan, pelaku usaha, dan masyarakat.

Menurutnya, kemajuan Sulawesi Tengah tidak dapat dipisahkan dari kemajuan UMKM. Karena itu, transformasi digital harus dimanfaatkan untuk memperkuat daya saing pelaku usaha sekaligus menciptakan pertumbuhan ekonomi yang inklusif.

Rangkaian kegiatan Posalia Sulteng Digifest 2026 kemudian dilanjutkan dengan seremoni peluncuran Mal Siap QRIS Tap dan Samsat Siap QRIS Tap yang ditandai dengan pemukulan alat musik tradisional Kakula.

Kegiatan ditutup dengan kunjungan para pejabat dan tamu undangan ke stan UMKM binaan Bank Indonesia Sulawesi Tengah. Berbagai produk unggulan UMKM ditampilkan dalam kegiatan tersebut sebagai bagian dari upaya memperluas promosi dan akses pasar produk lokal. (Od)