JAKARTA, WARTASULTENG – Banjir melanda Jakarta sejak Senin (12/1/2026), sehingga 1.600 warga mengungsi hingga Selasa pagi. BPBD DKI Jakarta salurkan bantuan logistik senilai Rp575 juta untuk kebutuhan dasar korban di Jakarta Utara dan Barat.

Kelurahan Semper Barat, Kecamatan Cilincing, catat pengungsi terbanyak. Rusun Embrio tampung 207 kepala keluarga atau 625 jiwa. Sementara itu, jumlah ini sempat capai 690 jiwa dari 232 kepala keluarga di lokasi sama.

Pengungsi tersebar di berbagai titik lain. Kelurahan Cilincing tampung 230 warga di gedung SMPN 266. Kemudian, Kelurahan Warakas tampung 175 jiwa di tiga lokasi yakni Mushola Baiturrahim, Masjid Miftahulsalam, dan Mushola Al Wasilatul Iman. Selain itu, Kelurahan Tegal Alur di Jakarta Barat tampung 153 jiwa dari 38 kepala keluarga di Rusun dan RPTRA Alur Anggrek. Permukiman mereka terendam air setinggi 30-35 sentimeter.

Hingga pukul 08.00 WIB Selasa, genangan banjir Jakarta masih merendam 22 RT di Jakarta Barat dan Utara. Ketinggian air berkisar 10 hingga 35 sentimeter. Namun, lima ruas jalan di Jakarta Utara juga tergenang setinggi 10 hingga 20 sentimeter.

BPBD DKI Jakarta salurkan bantuan logistik senilai Rp575.419.810 sejak Senin malam hingga Selasa dini hari. Bantuan itu meliputi 226 paket perlengkapan anak, 226 dus air mineral, 226 kaleng biskuit, 226 paket sandang, serta 840 buah matras.

“Kami memastikan seluruh bantuan logistik tersalurkan secara tepat sasaran dan terukur. Upaya ini merupakan bagian dari komitmen BPBD untuk melindungi dan memenuhi kebutuhan dasar warga terdampak bencana,” kata Michael Sitanggang, Ketua Subkelompok Logistik dan Peralatan BPBD DKI Jakarta, pada Selasa.

Kapolda Metro Jaya Irjen Asep Edi Suheri dan Pangdam Jaya Mayjen Deddy Suryadi tinjau lokasi pengungsian di Rusun Embrio pada Senin malam. Keduanya serahkan 250 paket sembako berisi beras, minyak goreng, gula pasir, mi instan, dan kebutuhan pokok lainnya kepada pengungsi.

“Polri bersama TNI hadir untuk memastikan masyarakat yang terdampak banjir benar-benar terlayani dengan baik, mulai dari kebutuhan logistik, keamanan, hingga kondisi kesehatan para pengungsi,” kata Asep Edi Suheri, Kapolda Metro Jaya, pada Senin.

Meskipun begitu, banjir Jakarta ini akibat hujan deras sejak Senin. Pemerintah daerah koordinasikan evakuasi dan penyaluran bantuan secara cepat. Warga tetap patuhi arahan petugas untuk keselamatan. Kondisi genangan berangsur surut di beberapa titik, tetapi petugas awasi perkembangan cuaca. Total pengungsi capai 1.600 jiwa yang butuh dukungan logistik berkelanjutan.*/SID