PALU | Warta Sulteng –

Ekspor durian asal Sulawesi Tengah terus menunjukkan tren positif. Sejak Januari 2026, sebanyak 151 kontainer ukuran 40 feet telah dikirim langsung dari Kota Palu ke China dengan total nilai mencapai Rp377 miliar.

Kepala Badan Karantina Indonesia, Sahat Manaor Panggabean, menyampaikan hal itu saat meninjau gudang salah satu perusahaan packing house durian di Palu Utara, Kota Palu, Rabu sore (15/4/2026).

Peninjauan tersebut dilakukan untuk memastikan kesiapan ekspor besar yang dijadwalkan berlangsung pada Kamis. Dalam pengiriman terbaru itu, pemerintah bersama pelaku usaha di Sulawesi Tengah akan mengekspor sebanyak 457 ton durian atau setara 17 kontainer dengan nilai mencapai Rp42,5 miliar.

Menurut Sahat, ekspor durian kini bisa dilakukan langsung dari Palu ke China setelah adanya penandatanganan protokol kerja sama antara Badan Karantina Indonesia (Barantin) dan General Administration of Customs of China (GACC).

“Sekarang ekspor sudah bisa langsung dari Palu ke China setelah penandatanganan protokol antara Barantin dan GACC. Sebelumnya harus melalui negara perantara seperti Thailand, Singapura, atau Vietnam,” ujar Sahat.

Ia menjelaskan, sebelum adanya jalur langsung, pengiriman durian ke China memakan waktu 40 hingga 50 hari. Kini, waktu distribusi dapat dipangkas menjadi sekitar 15 hingga 20 hari.

“Dulu pengiriman bisa 40 sampai 50 hari karena lewat negara lain. Sekarang hanya 15 sampai 20 hari. Ini tentu menekan biaya logistik,” jelasnya.

Selain efisiensi waktu, jalur ekspor langsung juga berdampak pada peningkatan harga jual. Sahat menyebut nilai durian bisa meningkat lebih dari 30 persen dibandingkan saat masih melalui negara perantara.

“Keuntungan lainnya, harga bisa naik lebih dari 30 persen karena kita ekspor langsung, tidak lagi melalui Singapura, Thailand, atau Vietnam,” tambahnya.

Sahat menegaskan, Sulawesi Tengah saat ini menjadi daerah dengan volume ekspor durian terbesar dibandingkan provinsi lain di Indonesia. Keunggulan tersebut didukung oleh dua musim panen dalam setahun serta kualitas durian yang diminati pasar China.

“Sulawesi Tengah punya keunggulan dua musim panen dan kualitas durian yang sangat diminati pasar China. Ini yang membuat ekspornya terus meningkat,” tutup Sahat.(Od)