JAKARTA, Wartasulteng.com –
Menteri Keuangan Purbaya Yudha Sadewa mengumumkan bahwa Tunjangan Hari Raya (THR) senilai Rp55 triliun bagi Aparatur Sipil Negara (ASN), TNI, Polri, dan pensiunan sedang dalam proses pencairan. “THR itu sedang diproses, sebentar lagi keluar,” ujar Purbaya dalam konferensi pers APBN KiTa Edisi Februari 2026, Senin (23/2/2026).
Pencairan THR ditargetkan tepat di awal Ramadan, sekitar minggu pertama puasa, untuk mendongkrak daya beli masyarakat. Selain THR, pemerintah menyiapkan paket stimulus Ramadan dan Lebaran senilai miliaran rupiah. Ini mencakup diskon tarif transportasi melalui pemotongan PJP2U dan PJP4U hingga 50 persen (Rp0,92 triliun), serta penurunan harga avtur 10 persen. Akselerasi belanja subsidi pupuk Rp30 triliun dan kompensasi energi Rp27 triliun juga digulirkan untuk menjaga stabilitas harga pangan.
Pembiayaan utang pemerintah hingga akhir Januari 2026 mencapai Rp127,3 triliun, atau 15,3 persen dari target APBN Rp832,2 triliun. Wakil Menteri Keuangan Juda Agung menyebut angka ini turun 17 persen dari tahun sebelumnya. Sumber utamanya dari Surat Berharga Negara (SBN), dengan lelang SUN bid-to-cover ratio 2,2 kali. Global bond US$2,7 miliar juga sukses diterbitkan.
Defisit APBN per Januari tercatat Rp54,6 triliun (0,21 persen PDB), dengan pendapatan Rp172,7 triliun dan belanja Rp227,3 triliun (tumbuh 25,7 persen yoy).
Bank Indonesia melaporkan uang beredar M2 Rp10.133,1 triliun (tumbuh 10 persen yoy), didorong kredit tumbuh 9,96 persen. Gubernur BI Perry Warjiyo proyeksikan kredit 2026 capai 8-12 persen.
Pengumuman ini mencerminkan strategi fiskal moneter untuk dorong pertumbuhan ekonomi 5,2 persen di 2026.







