PALU | Warta Sulteng –

Perum Bulog Kantor Wilayah Sulawesi Tengah optimis mampu melampaui target penyerapan gabah petani sepanjang 2026. Hingga 24 Juni 2026, realisasi serapan telah mencapai 10.349 ton setara beras atau sekitar 91,49 persen dari target tahunan sebesar 11.300 ton.

Pimpinan Wilayah Bulog Sulawesi Tengah, Jusri, mengatakan capaian tersebut menunjukkan tren yang sangat positif. Dengan sisa target sekitar 951 ton, pihaknya meyakini penyerapan akan terus bertambah seiring masih berlangsungnya musim panen di sejumlah daerah sentra produksi padi.

“Secara persentase serapan sudah mencapai 91,49 persen. Kami optimistis hingga akhir tahun target 11.300 ton dapat terlampaui,” ujar Jusri saat dihubungi dari Palu, Rabu.

Menurutnya, keberhasilan tersebut tidak terlepas dari sinergi yang dibangun bersama mitra penggilingan padi, Bintara Pembina Desa (Babinsa), serta penyuluh pertanian yang secara aktif mendampingi proses penyerapan hasil panen di lapangan.

Bulog juga menerapkan pembelian gabah sesuai Harga Pembelian Pemerintah (HPP) sebesar Rp6.500 per kilogram. Kebijakan itu dinilai memberikan kepastian harga sekaligus meningkatkan keuntungan petani saat musim panen.

“Kondisi ini menjadi salah satu upaya pemerintah untuk mendorong semangat petani terus menanam padi karena harga hasil panen sudah dijamin,” katanya.

Selain mempercepat penyerapan, Bulog terus mengintensifkan sosialisasi kepada petani agar menjual hasil panennya dalam bentuk gabah. Langkah tersebut dinilai lebih mendukung upaya penguatan cadangan pangan nasional.

Meski demikian, Jusri menegaskan Bulog tetap membuka peluang bagi petani yang memilih menjual hasil panennya dalam bentuk beras.

“Kalau petani menjual hasil panen dalam bentuk beras, itu merupakan hak mereka. Bulog juga siap membeli beras dengan harga Rp12.000 per kilogram. Namun, saat ini komoditas yang paling banyak tersimpan di gudang Bulog masih berupa gabah,” jelasnya.

Ia menambahkan, optimalisasi penyerapan gabah merupakan bagian dari strategi pemerintah dalam memperkuat kemandirian pangan nasional melalui pembelian langsung hasil panen petani.

Dengan masih banyaknya areal persawahan yang akan memasuki masa panen, Bulog terus menurunkan tim ke berbagai wilayah sentra pertanian di Sulawesi Tengah untuk memastikan hasil panen petani dapat terserap secara maksimal.

“Saat petani mulai panen, kami langsung turun ke lapangan melakukan intervensi agar hasil panen dapat terserap dan petani tetap konsisten menjalankan usaha taninya,” tutup Jusri. **