PALU | Warta Sulteng –
Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Waktu Indonesia Revolusi (WIR) menggelar aksi unjuk rasa di Jalan Dr. Sam Ratulangi, Kota Palu, Senin (15/6). Aksi tersebut sempat menutup akses jalan utama dan membakar ban bekas sehingga arus lalu lintas terpaksa di alihkan.
Massa yang berasal dari gabungan mahasiswa Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Palu, UIN Datokarama Palu, serta sejumlah organisasi mahasiswa dan buruh menyampaikan berbagai tuntutan kepada pemerintah.
Kejati Sulteng Selidiki Dugaan Korupsi Perizinan Terminal Khusus PT CMS di Morowali Utara
Koordinator Lapangan Aliansi WIR, Galang, mengatakan salah satu tuntutan utama aksi adalah penolakan terhadap pengesahan Undang-Undang Polri dan TNI. Menurutnya, regulasi tersebut dinilai berpotensi membuka ruang bagi aparat kepolisian untuk menduduki jabatan sipil.
“Kami menolak karena ketika aturan itu disahkan, polisi bisa duduk di jabatan-jabatan sipil. Kami melihat hal itu dapat berdampak pada kehidupan masyarakat,” kata Galang di sela aksi.
Selain menolak regulasi tersebut, massa juga mengangkat sedikitnya 10 isu nasional. Mereka menolak kenaikan harga bahan pokok dan bahan bakar minyak (BBM) karena dinilai semakin membebani masyarakat.
Mahasiswa juga mengkritisi pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Menurut mereka, program tersebut perlu dievaluasi menyusul munculnya sejumlah kasus dugaan keracunan makanan yang terjadi di berbagai daerah.
Tak hanya itu, demonstran turut menyuarakan peningkatan kesejahteraan guru honorer. Mereka meminta pemerintah memberikan penghasilan yang layak bagi para tenaga pendidik honorer yang dinilai masih jauh dari kesejahteraan.
Galang menegaskan tujuan aksi adalah menyampaikan aspirasi secara langsung kepada pimpinan DPRD. Massa berharap dapat berdialog dengan Ketua DPRD untuk menyampaikan tuntutan mereka.
“Kami ingin bertemu langsung dengan Ketua DPRD untuk menyampaikan aspirasi. Jika tidak ada respons, itu menunjukkan pemerintah semakin jauh dari suara rakyat,” ujarnya.
Berdasarkan pantauan di lokasi, jumlah peserta aksi diperkirakan hampir seratusan orang. Mereka bergantian menyampaikan orasi di tengah pengamanan oleh aparat kepolisian. **







