MAKASAAR | Warta Sulteng –
Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi memperketat pengawasan distribusi BBM subsidi di Sulawesi Selatan menyusul pengungkapan dugaan penyalahgunaan BBM subsidi oleh Polda Sulsel yang melibatkan kapal SPOB Sania dan SPOB Sukses Rahayu 999.
Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Deny Sukendar, mengatakan pihaknya mendukung langkah aparat penegak hukum dalam menindak praktik penyalahgunaan BBM subsidi yang berpotensi merugikan negara dan masyarakat.
“Pertamina mengapresiasi langkah tegas Polda Sulawesi Selatan dalam mengungkap dugaan penyalahgunaan BBM subsidi. Kami siap terus bersinergi dan berkolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan untuk memastikan penyaluran BBM subsidi berjalan tepat sasaran sesuai ketentuan yang berlaku,” kata Deny, Senin (2/6).
Untuk memperkuat pengawasan, Pertamina mengoptimalkan Program Subsidi Tepat melalui sistem digitalisasi transaksi di SPBU serta mendukung penerapan sistem XSTAR BPH Migas untuk penerbitan surat rekomendasi pembelian BBM bagi konsumen non-kendaraan.
Selain pengawasan berbasis sistem digital, Pertamina juga melakukan pembinaan terhadap lembaga penyalur BBM. Sepanjang 2025 hingga 2026, sebanyak 112 surat pembinaan dan peringatan telah diterbitkan kepada lembaga penyalur yang dinilai tidak menjalankan ketentuan operasional secara optimal. Sanksi yang diberikan mulai dari surat peringatan hingga penghentian sementara penyaluran BBM.
Pertamina juga telah memblokir sejumlah nomor polisi kendaraan yang terindikasi melakukan penyalahgunaan atau transaksi BBM subsidi yang tidak sesuai ketentuan berdasarkan hasil koordinasi dengan SPBU, pemerintah daerah, dan aparat penegak hukum.
Menurut Deny, pengawasan distribusi BBM subsidi membutuhkan kolaborasi seluruh pihak, termasuk pemerintah daerah, aparat penegak hukum, lembaga penyalur, pelaku usaha, dan masyarakat.
“Kami terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah, aparat penegak hukum, dan seluruh pemangku kepentingan agar pengawasan distribusi energi subsidi dapat berjalan lebih efektif,” ujarnya.**






