PASANGKAYU | Warta Sulteng –
Warga Dusun Kalibamba, Desa Polewali, Kabupaten Pasangkayu, Sulawesi Barat, mendapat program pembangunan sumur bor untuk memenuhi kebutuhan air bersih yang selama ini menjadi persoalan, terutama saat musim kemarau.
Program tersebut diberikan setelah warga menyampaikan kesulitan mendapatkan air bersih. Kondisi geografis Dusun Kalibamba yang berada di wilayah terpencil membuat akses masyarakat terhadap sumber air semakin terbatas ketika musim kemarau.
“Memang desa ini sangat terpencil. Masyarakatnya juga bisa dikatakan perlu sentuhan pembangunan dari kita. Tadi mereka mengomunikasikan butuh air. Air sudah sangat sulit di sini karena musim kemarau,” ujar Pangdam XXIII/Palaka Wira Mayjen TNI J. Binsar P. Sianipar, saat melihat langsung progres pembuatan sumur bor, di Dusun Kalbamba, Senin, (14/9/2026).
Menurutnya, proses pengeboran sumur telah dilakukan dan diharapkan segera menemukan sumber air. Setelah sumur pertama selesai, pihaknya juga akan mengupayakan pembangunan satu sumur bor tambahan.
“Mudah-mudahan hari ini atau besok sudah ketemu airnya. Setelah selesai nanti kami akan tambah satu lagi. Jadi dua nanti,” katanya.
Pangdam juga meminta kepala dusun menentukan lokasi yang memungkinkan untuk pembangunan sumur kedua. Dengan dua titik sumur bor, kebutuhan air masyarakat diharapkan dapat lebih mudah terpenuhi.
Selain persoalan air bersih, warga juga menyampaikan kebutuhan pembangunan infrastruktur jalan. Pangdam mengatakan pihaknya belum dapat menjanjikan pembangunan tersebut, tetapi akan berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk mencari program yang dapat membuka akses menuju wilayah tersebut.
“Kita tidak janji, tetapi akan kita upayakan. Ada Asisten III, nanti kita akan komunikasi dengan pemerintah daerah. Kita cari program supaya bisa membuka akses infrastruktur jalan di Desa Kalibamba ini,” ujarnya.
Saat ini, sekitar 380 jiwa atau 190 kepala keluarga tinggal di Dusun Kalibamba. Selain Kalibamba, terdapat Dusun Puje yang berjarak sekitar delapan kilometer dan juga diharapkan dapat memperoleh perhatian melalui program pembangunan ke depan.
Pangdam menyebut program tersebut menjadi bagian dari upaya menghadirkan negara hingga ke wilayah terpencil. Ia berharap koordinasi antara TNI dan pemerintah daerah dapat mendorong pembangunan yang menyentuh kebutuhan masyarakat di pelosok.
Sementara itu, Ketua Adat Suku Bunggu, Ngepe, menyampaikan apresiasi atas perhatian yang diberikan kepada masyarakat Dusun Kalibamba. Ia mengatakan warga selama ini harus mencari air dengan menggali sumber air di kawasan pegunungan.
“Kalau sebelum ada sumur, kami menggali di kuala pegunungan. Kalau musim seperti ini susah. Itu pun harus antre,” ujar Ngepe.
Menurutnya, keberadaan sumur bor akan sangat membantu masyarakat karena selama ini warga harus menempuh cara sederhana untuk mendapatkan air. Ia berharap perhatian pemerintah tidak berhenti pada pembangunan sumur, tetapi juga menyentuh kebutuhan lain yang masih dirasakan masyarakat di wilayah tersebut.
Ngepe juga berharap pemerintah, termasuk Presiden, dapat memberikan perhatian terhadap kebutuhan masyarakat Suku Bunggu yang tinggal di wilayah terpencil.
“Kami sangat bersyukur dengan adanya seperti ini. Kami berterima kasih kepada TNI, pemerintah daerah, pemerintah desa, dan semua yang hadir bersama kami di sini,” katanya.(od)



