PARIGI MOUTONG | Warta Sulteng –
Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melanda wilayah Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulawesi Tengah mencatat, luas lahan yang terbakar telah mencapai sekitar 21 hektar dan tersebar di 17 titik.
Salah satu titik kebakaran yang terbaru terjadi di Desa Avolua, Kecamatan Parigi Utara. Kebakaran di wilayah tersebut dilaporkan terjadi sejak Senin sore, dan hingga Selasa siang, (3/2/2026), masih terdapat sejumlah titik api yang belum sepenuhnya padam.
Kepala Pelaksana BPBD Sulawesi Tengah, Asbudianto, mengatakan karhutla di Parigi Moutong telah berdampak pada sedikitnya 16 desa sejak pertengahan Januari 2026.
“Berdasarkan data yang kami terima, kebakaran hutan dan lahan di Parigi Moutong sudah terjadi di 17 titik dengan total luasan sekitar 21 hektar. Sebarannya meliputi 16 desa sejak pertengahan Januari,” kata Asbudianto saat ditemui di Kantor BPBD Sulteng, Selasa siang (3/2/2026).
Ia menjelaskan, kondisi musim kemarau yang berkepanjangan menyebabkan api cepat merambat, bahkan hingga ke area perkebunan milik warga. Tim BPBD bersama petugas pemadam kebakaran setempat terus melakukan upaya pemadaman di lapangan.
“Sampai hari ini masih ada beberapa titik api, khususnya di wilayah Parigi Utara. Kondisi cuaca cukup menyulitkan karena angin dan lahan kering,” ujarnya.
Untuk mempercepat proses pemadaman, BPBD Sulawesi Tengah mengerahkan bantuan armada tambahan berupa mobil tangki air dari Kota Palu dan Kabupaten Luwuk Banggai.
BPBD mengimbau masyarakat agar tidak melakukan aktivitas pembakaran lahan, menghindari potensi kebakaran terus terjadi selama musim kemarau berlangsung. (Od).