PALU | Warta Sulteng –

Perum Bulog Kantor Wilayah Sulawesi Tengah mempercepat penyerapan gabah petani dengan menargetkan capaian 11.300 ton rampung sebelum pertengahan tahun 2026. Langkah ini dilakukan untuk mengamankan hasil panen raya sekaligus memperkuat cadangan beras pemerintah.

Pimpinan Wilayah Bulog Sulteng, Jusri, mengatakan seluruh jajaran telah bergerak ke lapangan guna mempercepat serapan, termasuk menjalin komitmen dengan mitra di berbagai daerah sentra produksi.

“Seluruh tim Bulog sudah turun langsung ke lapangan, dari Parigi Moutong, Tolitoli hingga Buol. Kami bertemu mitra dan mereka siap membantu percepatan penyerapan gabah maupun beras,” kata Jusri saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat (17/4/2026).

Ia menegaskan, target penyerapan sebesar 11.300 ton yang sebelumnya dipatok untuk satu tahun kini dipercepat agar bisa tercapai pada Juni hingga Juli 2026.

“Kami tidak menunggu sampai akhir tahun. Target itu kami kejar selesai lebih cepat, bahkan kami optimistis bisa melampaui capaian 2026,” ujarnya.

Dalam pelaksanaannya, Bulog tetap menggunakan dua pola penyerapan, yakni pembelian gabah dan beras. Namun, pihaknya mengakui masih menghadapi tantangan dalam mengubah kebiasaan petani yang cenderung menjual hasil panen dalam bentuk beras.

Meski begitu, Bulog terus memperluas jaringan mitra. Di wilayah Pantai Barat Donggala, jumlah mitra meningkat dari satu menjadi tiga. Sementara di Pantai Timur Parigi Moutong, mitra bertambah dari satu menjadi sekitar lima.

Penguatan juga terjadi di Morowali dan Morowali Utara, dari satu menjadi tiga mitra. Sementara di wilayah Tolai dan Tolitoli, Bulog masih mengintensifkan sosialisasi karena penyerapan gabah belum berjalan optimal.

“Masih ada wilayah yang perlu kami dorong, terutama yang belum terbiasa menjual dalam bentuk gabah. Kami akui sosialisasi masih perlu ditingkatkan,” kata Jusri.

Hingga April 2026, realisasi penyerapan setara beras tercatat mencapai 2.879 ton atau sekitar 25 persen dari target. Rinciannya, 1.600 ton terserap hingga awal Maret dan bertambah sekitar 1.200 ton pada April.

Bulog optimistis penyerapan akan meningkat signifikan seiring puncak panen raya yang diperkirakan berlangsung akhir April hingga awal Mei dan berlanjut hingga Juni.

“Kami pastikan kualitas gabah tetap terjaga dan jaringan mitra terus kami tambah agar serapan maksimal saat panen raya,” ujar Jusri. (od)