PARIGI MOUTONG | Warta Sulteng –

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Desa Avolua, Kecamatan Parigi Utara, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, terus meluas. Berdasarkan laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), luas area terdampak mencapai sekitar 128 hektare bahkan hingga ke wilayah Desa Uevolo.

“Api diduga dipicu aktivitas pembersihan kebun di tengah kondisi lahan yang kering, sehingga kobaran api dengan cepat membesar dan sulit dikendalikan” tulis BPBD dalam laporannya.

BPBD mencatat area yang terdampak meliputi kawasan hutan serta sejumlah lahan perkebunan warga, di antaranya tanaman durian, kakao, kelapa, cengkeh, dan pala. Meski demikian, tidak terdapat laporan korban jiwa maupun pengungsian akibat kejadian tersebut.

“Upaya penanganan dilakukan sejak awal kejadian dengan melibatkan berbagai unsur. Damkar BPBD Kabupaten Parigi Moutong bersama tim reaksi cepat (TRC), aparat desa, TNI, Polri, dan masyarakat setempat melakukan pemadaman untuk mencegah api meluas ke permukiman warga” tambah laporan BPBD.

Untuk mempermudah kordinasi, Saat ini BPBD Sulteng kembali menyiapkan tim dan segera mendirikan posko tanggap darurat di sekitar wilayah terdampak.

Hingga Kamis, 5 Februari 2026, pukul 09.00 WITA, BPBD melaporkan sejumlah titik api telah berhasil dikendalikan. Namun, masih terdapat beberapa titik yang belum dapat dipadamkan karena sulitnya akses menuju lokasi serta kondisi medan yang terjal.

BPBD Sulteng menjelaskan dalam laporannya, faktor musim kemarau dan angin kencang juga dinilai berpotensi memicu penyebaran api lebih luas. Kemudian, masyarakat juga di himbau agar tidak melakukan aktiftas pembukaan lahan dengan cara membakar. **