POSO | Warta Sulteng –
Sejumlah tokoh masyarakat dan pimpinan organisasi di Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, menyatakan dukungan agar Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) tetap berada di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.
Ketua Pembina Yayasan Wakaf Amartul Umar Poso, Haji Muhammad Arnad Narsal, menegaskan bahwa posisi Polri di bawah Presiden memperkuat sistem ketatanegaraan yang terintegrasi. Ia menilai struktur tersebut penting untuk menjaga stabilitas dan efektivitas pengawasan.
“Polri harus tetap setia kepada rakyat. Jika terjadi kesalahan atau kekeliruan, mari kita perbaiki bersama,” ujarnya. Ia juga mendoakan agar bangsa Indonesia senantiasa mendapat perlindungan dan rahmat dari Allah SWT.
Dukungan serupa disampaikan Ketua Yayasan Wakaf Amanatur Umah Kabupaten Poso, Yusri Ikhtiawan, SH. Ia menilai keberadaan Polri di bawah Presiden dapat menjaga netralitas dan profesionalisme institusi kepolisian.
Menurutnya, langkah tersebut mendorong Polri bekerja lebih profesional, presisi, dan berpihak pada kepentingan masyarakat. “Kami berharap Polri terus meningkatkan profesionalisme dan menjaga kepercayaan publik,” katanya.
Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Provinsi Sulawesi Tengah, Azwan, juga menyatakan sikap yang sama. Ia menilai posisi Polri di bawah Presiden menjadi salah satu mekanisme untuk memastikan institusi tersebut tetap netral dan mengutamakan kepentingan rakyat.
Pernyataan para tokoh dan organisasi tersebut mencerminkan harapan agar Polri terus memperkuat integritas, meningkatkan kinerja, serta menjaga kepercayaan masyarakat dalam menjalankan tugas sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan publik.
Dengan semangat Presisi, mereka mendorong Polri semakin kokoh sebagai institusi profesional yang berpihak pada kepentingan bangsa dan negara. **