PALU | Warta Sulteng –
Kualitas udara di Kota Palu pada Jumat (28/8/2026) menunjukkan konsentrasi partikulat PM2.5 berada pada kategori tidak sehat. Kondisi tersebut terpantau di kawasan Jalan Sapta Marga, Kelurahan Birobuli Utara, Kecamatan Palu Selatan.
Berdasarkan laporan Stasiun Pemantau Atmosfer Global Lore Lindu Bariri, pengukuran PM2.5 dilakukan pada pukul 13.41–13.51 WITA dan mencatat konsentrasi sebesar 56 mikrogram per meter kubik (µg/m³).
“PM2.5 = 56 µgram/m3 (Tidak Sehat),” demikian keterangan dalam laporan pemantauan kualitas udara harian yang diterima pada Jumat.
Selain PM2.5, pemantauan mencatat konsentrasi PM1 sebesar 50 µg/m³ pada pukul 13.30–13.40 WITA. Sementara PM10 tercatat 57 µg/m³ pada pukul 13.52–14.02 WITA dan berada dalam kategori sedang. Kondisi cuaca saat pengukuran dilaporkan cerah.
Data pemantauan juga menunjukkan konsentrasi partikulat tertinggi dalam tujuh hari terakhir terjadi pada 23 Agustus 2026. Saat itu, PM1 mencapai 72 µg/m³, PM2.5 sebesar 77 µg/m³, sedangkan PM10 mencapai 87 µg/m³.
Stasiun Pemantau Atmosfer Global Lore Lindu Bariri mengimbau masyarakat menggunakan masker untuk mengurangi paparan debu serta tidak melakukan pembakaran sampah di halaman rumah.
Masyarakat juga diminta mengurangi aktivitas di luar ruangan apabila nilai Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) mencapai lebih dari 100.
Pemantauan kualitas udara tersebut menjadi salah satu indikator kondisi partikulat di Kota Palu, terutama untuk mengantisipasi paparan debu dan partikel halus yang dapat mengganggu kualitas udara.**



