PARIGI MOUTONG | Warta Sulteng –

Pohon tumbang di Kecamatan Tinombo, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah menewaskan seorang bocah berusia lima tahun setelah sebuah pohon tumbang menimpa gazebo di kawasan Taman Tadulako, Desa Lombok. Sebelum peristiwa trags tersebut, di wilayah setempat terjadi Cuaca ekstrem yang disertai hujan dan angin kencang.

Peristiwa itu terjadi pada Jumat (12/6/2026) sekitar pukul 06.10 WITA di Dusun II, Desa Lombok. Saat kejadian, tiga warga Desa Ogoalas diketahui sedang berteduh di gazebo karena hujan lebat yang mengguyur wilayah tersebut.

Pohon yang berada di sekitar taman tiba-tiba roboh akibat terpaan angin kencang dan menghantam gazebo beserta para korban yang berada di bawahnya.

Baca juga : 

Puluhan Pelajar SD di Parigi Moutong Belajar Konservasi Mangrove dan Pemilahan Sampah

Berdasarkan laporan BPBD Provinsi Sulawesi Tengah yang diterima media ini, cuaca buruk menjadi pemicu utama insiden tersebut.

Pohon tumbang dipicu hujan dan angin kencang yang melanda wilayah Kecamatan Tinombo sehingga menimpa gazebo yang saat itu digunakan tiga warga Desa Ogoalas untuk berteduh,” demikian keterangan dalam laporan BPBD Provinsi Sulawesi Tengah.

Akibat kejadian itu, Yelvin (5), warga Dusun IV Siabadang, Desa Ogoalas, meninggal dunia. Sementara dua korban lainnya, Cinta Bolong (sekitar 40 tahun) dan Vera (7), mengalami luka-luka dan langsung dievakuasi ke RSUD Raja Tombolotutu untuk mendapatkan penanganan medis.

Selain menyebabkan korban jiwa, pohon tumbang juga merusak satu unit gazebo yang berada di kawasan Taman Tadulako. Tidak ada warga yang mengungsi akibat kejadian tersebut.

Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Parigi Moutong bersama BPBD Provinsi Sulawesi Tengah segera melakukan asesmen dan berkoordinasi untuk penanganan di lokasi kejadian. Warga setempat juga bergotong royong membersihkan material pohon yang menutupi area taman.

BPBD Provinsi Sulawesi Tengah memastikan kondisi di lokasi telah kembali kondusif setelah proses pembersihan selesai dilakukan.

Material pohon tumbang sudah dibersihkan oleh masyarakat sehingga tidak lagi mengganggu aktivitas di lingkungan sekitar, sementara korban telah dibawa ke RSUD Raja Tombolotutu untuk penanganan lebih lanjut,” tulis BPBD dalam laporannya.

Hingga laporan diterima pada Sabtu (13/6/2026) malam, tidak terdapat kebutuhan penanganan darurat tambahan. Meski demikian, BPBD mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan lebat dan angin kencang yang masih berpotensi terjadi di sejumlah wilayah Sulawesi Tengah. **