PALU, Wartasulteng.com –

Operasi Madago Raya, yang merupakan kelanjutan dari Operasi Tinombala, resmi dinyatakan berakhir pada 31 Desember 2025. Kepala Kepolisian Daerah Sulawesi Tengah, Irjen Pol Dr. Endi Sutendi, mengungkapkan bahwa keputusan ini diambil setelah evaluasi menyeluruh terhadap situasi keamanan di wilayah tersebut. Dalam rilis akhir tahun yang diadakan di Mako Polda Sulawesi Tengah, Kapolda menegaskan bahwa meskipun operasi khusus telah berakhir, upaya untuk menjaga stabilitas keamanan tetap menjadi prioritas utama.

Irjen Endi Sutendi menjelaskan bahwa perubahan nama dan pendekatan dalam penanganan keamanan ini bertujuan untuk lebih mengedepankan pencegahan dan pelibatan masyarakat. “Berakhirnya Operasi Madago Raya tidak berarti aktivitas patroli dan pengamanan di wilayah operasi juga berhenti. Kegiatan kepolisian akan tetap berjalan melalui Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD) di seluruh polres jajaran,” ujarnya.

Kapolda juga menekankan pentingnya peran masyarakat dalam menjaga keamanan. Ia berharap masyarakat dapat aktif berpartisipasi dalam upaya menjaga situasi kamtibmas yang aman dan kondusif, terutama di daerah-daerah yang sebelumnya menjadi fokus operasi, seperti Kabupaten Poso, Parigi Moutong, dan Tojo Una-Una.

Sepanjang tahun 2025, upaya deradikalisasi dinilai berhasil, dengan sekitar seratusan eks narapidana terorisme dan simpatisan yang kembali ke pangkuan Negara Kesatuan Republik Indonesia. “Keamanan adalah tanggung jawab bersama. Peran aktif masyarakat sangat penting agar situasi Sulawesi Tengah tetap aman, damai, dan kondusif,” tegas Irjen Endi Sutendi.