PALU, Wartasulteng com –
Setelah keputusan KORMI Pusat yang membatalkan status Sulawesi Tengah sebagai tuan rumah Festival Olahraga Rekreasi Masyarakat Nasional (FORNAS) IX Tahun 2027, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah merasa perlu untuk menyampaikan protes. Gubernur Anwar Hafid menyatakan bahwa keputusan ini diambil tanpa adanya komunikasi yang memadai, yang seharusnya menjadi bagian dari proses evaluasi.
Sulteng telah mempersiapkan diri untuk menjadi tuan rumah dengan berbagai inisiatif, termasuk pemilihan maskot dan penataan lokasi. Namun, keputusan mendadak dari KORMI Pusat menimbulkan pertanyaan mengenai transparansi dan keadilan dalam pengambilan keputusan. “Kami merasa keputusan ini tidak mencerminkan proses yang seharusnya dilakukan,” ungkap Gubernur Anwar.
Dalam pernyataannya, Gubernur juga menekankan pentingnya evaluasi bersama sebelum mengambil keputusan strategis yang berpengaruh pada reputasi daerah. “Kami berharap KORMI Pusat dapat lebih terbuka dalam berkomunikasi dan melakukan evaluasi yang adil,” tambahnya.
Pemprov Sulteng berkomitmen untuk terus berjuang demi kepentingan masyarakat dan menjaga kepercayaan yang telah diberikan. Keputusan ini menjadi tantangan bagi pemerintah daerah dalam mempersiapkan event-event nasional di masa mendatang, dan diharapkan dapat menjadi pelajaran untuk perbaikan komunikasi dan koordinasi di tingkat pusat dan daerah.






