MOROWALI, Wartasulteng.com –

Dalam pembukaan Forum Komunikasi (Forkom) III Dharma Wanita Persatuan (DWP) se-Sulawesi Tengah, Gubernur Dr. H. Anwar Hafid, M.Si., menekankan pentingnya peran istri dalam membangun birokrasi yang berintegritas. Acara ini berlangsung di GOR Peapua Abdurrabie, Desa Bente, Kecamatan Bungku Tengah, Kabupaten Morowali, pada Kamis (8/10/2026).

Gubernur Anwar Hafid menyatakan bahwa DWP harus menjadi lebih dari sekadar wadah berkumpul. Ia mengajak anggota DWP untuk melihat personal branding sebagai alat untuk membangun karakter birokrasi yang lebih baik. “Ibu-ibu punya peran besar dalam membangun Sulawesi Tengah dan 13 kabupaten/kota. Dukungan Anda sangat berarti,” ujarnya.

Anwar menekankan bahwa perubahan paradigma dari penguasa menjadi pelayan rakyat sangat penting. Ia menginginkan birokrat yang memahami tugasnya sebagai pelayan masyarakat. “Pelayan rakyat itu mencari rakyat untuk melayani, bukan sebaliknya,” tegasnya. Ia juga memberikan contoh bagaimana ia melayani masyarakat di luar jam kantor, menunjukkan komitmennya untuk hadir saat dibutuhkan.

Gubernur juga mengajak DWP untuk mendorong suami mereka agar mendapatkan jabatan berdasarkan kemampuan dan prestasi, bukan hubungan politik. “Kita membutuhkan orang yang mendapatkan jabatan karena karyanya,” tambahnya.

Dalam kesempatan yang sama, Penasehat DWP Provinsi Sulteng, Ir. Hj. Sry Nirwanti Bahasoan, menekankan bahwa personal branding harus mencerminkan nilai dan karakter. Ia berharap anggota DWP dapat membangun citra organisasi melalui kontribusi nyata dalam masyarakat.

Sry Nirwanti berharap Forkom III DWP tidak hanya berhenti pada diskusi, tetapi menghasilkan langkah konkret untuk memperkuat peran perempuan dalam pembangunan daerah. “Perempuan adalah subjek dan kekuatan penting dalam pembangunan,” ujarnya.

Dengan semangat baru, Forkom III DWP diharapkan dapat menginspirasi perempuan untuk berkontribusi aktif dalam mewujudkan Sulawesi Tengah yang lebih maju dan berintegritas.