JAKARTA, Wartasulteng.com –
Pemerintah Indonesia tengah mematangkan persiapan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) D-8 ke-12 yang akan digelar di Jakarta Convention Center pada 12–15 April 2026. Dengan mengusung tema “Navigating Global Shifts: Strengthening Equality, Solidarity and Cooperation for Shared Prosperity”, Indonesia sebagai ketua periode 2026–2028 menargetkan hasil konkret berupa penguatan kerja sama ekonomi antarnegara anggota.
Menteri Luar Negeri Sugiono menekankan bahwa KTT kali ini harus menghasilkan kesepakatan nyata. “Kita sedang menyusun substansi agar ada hasil-hasil yang berdampak langsung,” ujarnya di Istana Kepresidenan, Rabu (4/2/2026). Fokus utama meliputi integrasi perdagangan, pengembangan ekonomi halal, ekonomi biru, transisi hijau, konektivitas digital, dan isu kelautan.
Rangkaian acara mencakup Pertemuan Tingkat Pejabat Tinggi (12–13 April), Pertemuan Menteri Luar Negeri (14 April), dan puncak KTT para pemimpin (15 April). Bersamaan, Forum Bisnis dan Investasi serta D-8 Halal Expo berlangsung di Senayan Indoor (14–16 April), mempertemukan pelaku usaha dari delapan negara anggota: Indonesia, Bangladesh, Mesir, Iran, Malaysia, Nigeria, Pakistan, dan Turki.
Puncaknya, KTT diharapkan melahirkan Deklarasi Jakarta sebagai komitmen solidaritas Global South. Wakil Menteri Luar Negeri Arief Havas Oegroseno menambahkan, “Dengan populasi 1,2 miliar jiwa, potensi ekonomi D-8 luar biasa jika saling melengkapi.” Undangan resmi untuk menteri dan kepala negara telah dikirim, menandakan persiapan berjalan lancar.
KTT ini menjadi momentum Indonesia memimpin D-8, organisasi yang didirikan 1997 untuk dorong pembangunan inklusif di tengah gejolak global.