JAKARTA, Wartasulteng.com –
Momentum bersejarah kembali tercipta di Istana Kepresidenan saat Presiden Prabowo Subianto menggelar pertemuan megah dengan 1.200 akademisi bidang sosial humaniora pada Kamis (15/1/2026). Mengundang rektor, dekan, dan guru besar dari seluruh Indonesia, acara ini melanjutkan seri dialog pertama yang sukses dengan pakar STEM pada Maret 2025.
Para peserta tiba pagi-pagi dengan jas almamater warna-warni, menciptakan pemandangan megah di halaman Istana. Dialog dimulai pukul 09.00 WIB, dipimpin langsung Presiden Prabowo, dengan Wakil Menteri Kemendiktisaintek Stella Christie sebagai fasilitator utama. “Ini belum pernah terjadi sebelumnya. Presiden secara pribadi ingin mendengar aspirasi akademisi,” kata Stella.
Sorotan utama adalah lonjakan dana riset 218 persen menjadi Rp3,2 triliun, yang kini dilengkapi insentif langsung untuk peneliti. “Dari Rp1,47 triliun ke Rp3,2 triliun, mencakup ribuan riset nasional,” ungkap Stella. Pejabat seperti Mensekneg Prasetyo Hadi, Kepala Bakom Angga Raka, Setkab Teddy Indra, dan Menko Perekonomian Airlangga turut hadir, memperkuat komitmen kabinet.
Pertemuan ini menjawab keresahan pakar humaniora soal ketidakseimbangan anggaran. Dengan rekomendasi yang diharapkan lahir hari ini, pemerintah siap wujudkan ekosistem riset holistik menuju Indonesia Emas 2045.