PALU | Warta Sulteng –
Perum BULOG Kantor Wilayah Sulawesi Tengah memastikan ketersediaan stok beras di daerah tersebut dalam kondisi aman menjelang Hari Raya Idulfitri. Saat ini, cadangan beras pemerintah yang tersimpan di gudang BULOG Sulteng mencapai sekitar 21 ribu ton.
Pimpinan Wilayah BULOG Sulawesi Tengah, Jusri, dalam keterangannya mengatakan stok tersebut masih akan bertambah dalam waktu dekat seiring masuknya pasokan dari luar daerah serta penyerapan gabah petani di wilayah Sulawesi Tengah.
“Stok beras yang ada saat ini sekitar 21 ribu ton. Dalam bulan ini juga akan ada tambahan pasokan sekitar 3 ribu ton dari Sulawesi Selatan. sebagian bahkan sudah bersandar di Pelabuhan Pantoloan,” ujar Jusri di ruang kerjanya, Senin, (9/3/2026).
Selain pasokan antarwilayah, BULOG juga mulai melakukan penyerapan gabah petani lokal, terutama di wilayah Morowali dan sejumlah daerah di Pantai Timur Sulawesi Tengah.
Menurut Jusri, proses kontrak penyerapan gabah sudah mulai dibuka sehingga jumlah stok diperkirakan terus meningkat dalam beberapa pekan ke depan.
“Penyerapan sudah mulai berjalan di Morowali dan beberapa wilayah Pantai Timur. Dengan adanya tambahan pasokan dan penyerapan gabah ini, kami perkirakan stok bisa mencapai sekitar 25 ribu ton pada akhir bulan,” katanya.
Ia menegaskan jumlah tersebut cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dalam jangka waktu yang cukup panjang.
“Dengan posisi stok seperti ini, ketahanan beras di Sulawesi Tengah **aman untuk 6 sampai 8 bulan ke depan**, bahkan bisa sampai akhir tahun,” ungkapnya.
Pada tahun 2026, BULOG Sulawesi Tengah juga menargetkan pengadaan beras dari dalam daerah mencapai sekitar 11.300 ton sebagai bagian dari upaya memperkuat cadangan pangan pemerintah sekaligus menjaga stabilitas harga di tingkat petani.
Sementara itu, terkait penyaluran bantuan pangan, Jusri menyebut program bantuan beras pemerintah untuk periode Februari hingga Maret direncanakan mengalami peningkatan volume dibandingkan periode sebelumnya.
“Untuk bantuan pangan Februari–Maret ini volumenya meningkat sekitar 50 sampai 60 persen dari sebelumnya. Kami targetkan penyalurannya bisa selesai sebelum Lebaran,” jelasnya.
Namun demikian, penyaluran tersebut saat ini masih menunggu kesiapan komoditas pendamping berupa minyak goreng dari produsen.
“Beras sebenarnya sudah siap, tetapi kami masih menunggu ketersediaan minyak goreng. Begitu sudah tersedia, penyaluran bantuan pangan bisa langsung dijalankan,” kata Jusri. **
