PALU | Warta Sulteng –

Perum Bulog Kantor Wilayah Sulawesi Tengah memperkuat sinergi dengan penyuluh pertanian lapangan (PPL) untuk mengantisipasi penurunan harga pangan di tingkat petani sekaligus mengejar target penyerapan tahun 2026.

Pimpinan Wilayah Bulog Sulteng, Jusri, mengatakan penyuluh pertanian dapat menjadi penghubung antara petani dan Bulog, terutama ketika harga jual komoditas berada di bawah harga pembelian pemerintah.

“Mereka bisa langsung menginformasikan ke kami, sehingga kami bisa bertindak cepat untuk menyerap,” ujar Jusri.

Menurutnya, koordinasi tersebut penting agar Bulog dapat segera turun ke lapangan saat harga di tingkat petani mengalami penurunan. Sebaliknya, jika harga berada di atas harga pembelian Bulog, kondisi tersebut dinilai masih menguntungkan bagi petani.

“Kalau harga di atas pembelian Bulog artinya baik. Jika di bawah, itu menjadi sinyal bagi kami untuk segera bergerak,” katanya.

Sebelumnya, Bulog Sulawesi Tengah telah melakukan audiensi dengan Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP) Sulawesi Tengah yang berperan sebagai koordinator penyuluh pertanian. Status kepegawaian PPL saat ini berada di bawah pemerintah pusat.

Jusri menyebut sinergi dengan BRMP diharapkan dapat mendukung pencapaian target penyerapan komoditas dalam negeri di Sulawesi Tengah.

Tahun ini, Bulog Sulteng ditargetkan menyerap 11.000 ton beras dan 3.300 ton jagung. Hingga Februari 2026, realisasi penyerapan beras tercatat 304 ton, sementara jagung belum terserap.

Bulog menyatakan akan terus memperkuat koordinasi dengan berbagai pihak guna menjaga stabilitas harga sekaligus memberikan kepastian pasar bagi petani di daerah tersebut.**