PALU | Warta Sulteng –

Menjelang Idul Fitri 1447 Hijriah, Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Sulawesi Tengah membuka 26 titik layanan penukaran uang bagi masyarakat. Layanan ini menjadi bagian dari program Semarak Rupiah Ramadan dan Berkah Idul Fitri (SERAMBI) 2026.

Kepala Perwakilan BI Sulteng, Muhamad Irfan Sukarna, mengatakan penukaran uang dapat dilakukan melalui jaringan perbankan yang terdaftar di aplikasi PINTAR maupun layanan kas keliling BI. Pendaftaran penukaran untuk periode 2–13 Maret 2026 dibuka mulai 27 Februari 2026 pukul 09.00 WITA.

“Seluruh proses penukaran dilakukan melalui aplikasi PINTAR agar lebih tertib, merata, dan transparan,” ujarnya dalam keterangan pers.

Secara keseluruhan, BI Sulteng menyiapkan uang kartal sebesar Rp2,86 triliun untuk memenuhi kebutuhan Ramadan dan Lebaran tahun ini. Dana tersebut terdiri atas Uang Pecahan Besar (UPB) Rp2,58 triliun dan Uang Pecahan Kecil (UPK) Rp277,6 miliar.

BI memproyeksikan kebutuhan uang tunai selama Ramadan hingga Lebaran mencapai Rp1,76 triliun atau meningkat 16 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Kenaikan itu dipicu pembayaran THR bagi ASN, TNI, Polri, dan pegawai swasta, tradisi berbagi selama Ramadan, serta meningkatnya mobilitas dan aktivitas ekonomi masyarakat.

Untuk memperluas akses layanan, BI Sulteng bersinergi dengan 22 perbankan dan menghadirkan 52 kali frekuensi layanan penukaran di 26 titik yang tersebar di Palu, Tolitoli, Poso, Bungku, Luwuk hingga Pasangkayu. Jumlah tersebut meningkat lebih dari dua kali lipat dibandingkan tahun lalu.

Selain itu, BI juga menggelar 11 kali layanan kas keliling di Kota Palu dan Kabupaten Parigi Moutong. Layanan peduli mudik turut disiapkan di Terminal Tipo pada 9 Maret 2026 dan Pelabuhan Donggala pada 12 Maret 2026.

Sepanjang pelaksanaan SERAMBI hingga akhir Februari, layanan penukaran diperkirakan mampu mengakomodasi sekitar 2.700 penukar. Waktu layanan di seluruh titik dimulai pukul 09.00 WITA hingga kuota habis.

BI mengimbau masyarakat menukarkan uang melalui layanan resmi guna menghindari pungutan liar dan risiko uang palsu. Masyarakat juga diminta menerapkan metode 3D (Dilihat, Diraba, Diterawang) untuk memastikan keaslian Rupiah serta berbelanja secara bijak agar turut menjaga stabilitas harga selama Ramadan. **